BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meninjau lahan yang akan dijadikan lokasi Pasar Petani Garuda di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Selasa, 11 November 2025. Ia datang bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, serta jajaran dari Dinas PUPR dan DPKPP Kabupaten Bogor.
Rudy mengatakan, pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah lahan milik Pemkab Bogor agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
“Daripada lahan-lahan itu tidur, lebih baik kita gunakan untuk kepentingan masyarakat,” kata Rudy di sela peninjauan.
Salah satu lahan yang dimaksud berada di Kelurahan Sukahati, Cibinong. Di sana terdapat kelompok petani buah seperti anggur dan alpukat. Rudy berharap lahan tersebut bisa menjadi tempat bagi para petani untuk membibitkan tanaman, menjual hasil panen, sekaligus berkumpul.
“Wilayah ini sudah sangat padat, sementara masyarakat butuh ruang terbuka. Lahan pemerintah harus bisa kembali bermanfaat untuk rakyat,” ujarnya.
Pasar Petani Garuda, kata Rudy, juga akan terhubung dengan kegiatan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar di Jalan Tegar Beriman setiap Minggu. Ia membayangkan kawasan itu menjadi pusat aktivitas hijau, tempat warga bisa membeli tanaman sekaligus berpartisipasi dalam penanaman pohon.
“Kita ingin masyarakat bukan hanya menikmati rindangnya pohon, tapi juga bisa ikut menanam dan membeli tanaman dari petani lokal,” ujar Rudy.
Selain pasar, Pemkab Bogor juga menyiapkan kawasan sekitarnya sebagai hutan kota. Rudy menyebut sebagian lahan di sekitar lokasi sudah ditanami sejak beberapa bulan lalu. Fokusnya adalah menjaga fungsi kawasan sebagai lumbung air, sekaligus ruang hijau di pusat kota.
“Sempat terpikir menjadikan kawasan ini sentra bambu, karena bambu mampu menyerap air cukup banyak,” tutur Rudy.
“Kalau ada pohon yang harus dipindahkan, kami pastikan tetap ditanam ulang di lokasi lain.”
Pemkab Bogor juga berencana melengkapi kawasan itu dengan fasilitas dasar seperti toilet, musala, dan area parkir agar pengunjung nyaman. Dari data aset pemerintah, total lahan mencapai dua hektar lebih, meski sebagian di ujung sudah tergerus erosi sungai.
“Kami minta Dinas PUPR segera memasang bronjong supaya tanah tidak terus tergerus,” kata Rudy.
Ia menegaskan, seluruh bibit tanaman di kawasan itu akan berasal dari kelompok tani lokal, baik tanaman buah maupun tanaman hias.
“Semua murni hasil pembibitan petani. Mereka menata, merawat, sekaligus menjualnya langsung ke masyarakat,” ujar Rudy Susmanto.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post