BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Program penataan kawasan melalui gentengisasi di jalur Cijayanti hingga Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, disebut digerakkan swadaya masyarakat tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penataan itu melibatkan lebih dari 400 rumah warga dan sejumlah tempat usaha di kawasan tersebut.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan inisiatif tersebut muncul dari keinginan warga Desa Cijayanti dan Bojongkoneng untuk membangun kawasan desa wisata yang lebih tertata dan bersih. Menurut dia, pemerintah daerah hanya memberikan dukungan terhadap gerakan masyarakat tersebut.
“Gentengisasi diinisiasi oleh beberapa kelompok masyarakat, jadi tidak menggunakan APBD,” kata Rudy, Rabu, 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penataan tidak hanya menyasar rumah warga, tetapi juga sejumlah tempat usaha di sepanjang jalur tersebut. Kawasan itu dikenal memiliki banyak coffee shop, tempat makan, hingga lokasi wisata yang belakangan berkembang di wilayah Babakan Madang.
Rudy menilai penataan kawasan diperlukan untuk meningkatkan daya tarik wisata dan menciptakan lingkungan yang lebih rapi bagi pengunjung.
“Mereka sepakat membenahi kampungnya bersama-sama agar lebih baik dan lebih bersih,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, program gentengisasi di jalur menuju kediaman Presiden Prabowo Subianto di kawasan Cijayanti hingga Bojongkoneng tidak seluruhnya menggunakan genteng tanah liat. Sejumlah bangunan juga memakai material spandek pasir sebagai alternatif percepatan penataan kawasan.
Penggunaan material tersebut disebut dilakukan karena keterbatasan biaya sekaligus untuk mengejar target penyelesaian pekerjaan di kawasan itu.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post