• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Kamis, Agustus 27, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home ADVERTORIAL

Lengser & Ambu Tetap Jaga Etika dan Estetika

Redaksi by Redaksi
14 Desember 2022
in ADVERTORIAL
0
Lengser & Ambu Tetap Jaga Etika dan Estetika
332
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Lengser adalah salah satu tokoh yang biasa kita lihat dan saksikan pada upacara khusus mapag Panganten. Menurut sejarah tokoh lengsert awal mulanya hanya terdapat didalam cerita-cerita pantun.

Tugas lengsert dalam cerita pantun adalah sebagai perantara raja dengan rakyatnya. Menurut Ajip Rosidi (1985) peran lengser dalam cerita pantun adalah tetap, yaitu seorang abdi raja yang usianya sudah tua,sehingga disebut ua lengser.

Sementara Pengertian lengser menurut Jakop Sumarjo (2003), kata lengser berarti turun yaitu dari dunia atas ke dunia manusia. Menurut Kamus Bahasa Sunda Lengser Jelema kepercayaan raja jaman baheula. Dalam Kamus Umum Basa Sunda, Lengser adalah kabayan raja baheula dina carita-carita pantun,tokoh istimewa dina dedegan,dangdanan jeung tingkah laku.

Sedangkan Lengser dalam upacara khusus mapag panganten diartikan seseorang yang dianggap mampu memimpin upacara. Sebutan untuk lengser adalah Batara Lengser, Ki Lengser, Ua Lengser, Mamang Lengser dan Si Lengser.

BERITA LAINNYA

DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda

DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda

20 Agustus 2026
Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jamuan Rakyat Istana Bogor

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jamuan Rakyat Istana Bogor

18 Agustus 2026
Bukan Sekadar Kuliah! Ini Misi Polbangtan Kementan untuk Mahasiswa Baru Tahun 2026/2027

Bukan Sekadar Kuliah! Ini Misi Polbangtan Kementan untuk Mahasiswa Baru Tahun 2026/2027

17 Agustus 2026
Pertanian Indonesia Naik Level! Teknologi Presisi dan Mekanisasi Jadi Senjata Baru Menuju Swasembada

Pertanian Indonesia Naik Level! Teknologi Presisi dan Mekanisasi Jadi Senjata Baru Menuju Swasembada

16 Agustus 2026

Pada tahun 1964 Wahyu Wibisana mengukuhkan upacara khusus mapag panganten sebagai suatu bentuk seni yang dikhususkan untuk upacara penyambutan-pentambutan pengantin atau tamu agung.

Pada tahun 1968, Wahyu Wibisana memasukan tokoh lengser ke dalam upacara khusus mapag panganten pria. Dan tradisi tersebut masih hidup dan berkembang sampai saat ini.

Atas dasar hal tersebut , dalam usaha perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan tradisi budaya Sunda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, beberapa waktu yang lalu tanggal 28 Desember 2022 telah melaksanakan kegiatan Pasanggiri yang berjudul Pasanggiri Karesmen Lengser Ambu.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut selain dari perlindungan/ Disamping memberikan apresiasi kepada masyarakat juga salah satu usaha dalam memberikan edukasi terhadap para pelaku seni khusunya para lengser ambu yang ada di Kota Bogor.

Saat ini prosesi Upacara khusus Mapag Panganten lagi ngetren dengan adanya lengser dan ambu. Hal ini adalah salah satu bentuk inovasi dalam hal pengembangan seni Upacara Khusus mapag Panganten/ calon Panganten yang ada di Tatar Sunda.

Namun dalam pelaksanaannya terkadang kaleuleuwihi (berlebihan). Khususnya dalam peran tokoh Ambunya. Peran ambu yang semula diperankan oleh tokoh wanita,sekarang perannya banyak digantikan oleh tokoh laki-laki yang disebut Shemale (dibaca Simél).

Munculnya Ambu dalam prosesi mapag pangantén diawali dengan tanpa kesengajaan. Saat itu sekitar tahun 1995-an, salah seorang mahasiswi Dr. Lili Suparli bernama Elis Riswati ingin kaul di prosesi pernikahan temannya yang kebetulan dikelola oleh beliau.

Karena ia tidak memiliki keterampilan dalam bermain karawitan, saat itu Dr. Lili Suparli sarankan ia untuk menjadi seorang Nanek-nenek sebagai pendamping Léngsér. Ia pun menyanggupinya dan menyemarakan prosesi itu.

Karena peristiwa itu dipandang menarik, setiap kali pertunjukan prosesi mapag panganten yang dikelolanya sering menggunakan sosok nenek-nenek itu, yang saat itu saya sebut Léngsér Awéwé (Léngsér perempuan).

Kebiasaan yang Dr. Lili sering lakukan itu tanpa disadari diikuti oleh beberapa group kesenian lainnya, dan tanpa diketahui siapa pencentusnya sosok tersebut disebut ambu. Hal yang berbeda dengan apa yang Dr. Lili Suparli lakukan, sosok ambu banyak yang tidak memperhatikan etika.

Atas berbagai kekhawatiran, dia sering diminta untuk memberikan pandangan-pandangan dalam membenahi etika melalui organisasi Komunitas Léngsér Ambu Jawa Barat (KLAJB), yang kebetulan Dr.Lili Suparli dijadikan Penasihat komunitas tersebut.

Termasuk dengan dilaksanakannya kegiatan Pasanggirti Lengser Ambu yang digagas oleh Dinas ariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor. Hal tersebut merupakan bentuk usaha pelestarian dan pengembangan serta memberikan edukasi terhadapa para praktisi seni yang ada di Kota Bogor Kata Lili Suparli Dosen ISBI yang sangat nyentrik.

Akhir-akhir ini, selain terdapat sosok Léngsér, prosesi mapag pangantén disemarakkan pula dengan kehadiran sosok Ambu, yaitu penari prosesi yang menggambarkan sosok perempuan berwajah nenek-nenek atau wanita muda cantik yang berpakaian kebaya sehari-hari perempuan jaman dulu.

Fenomena yang menarik untuk dicermati adalah apabila Ambu berwajah nenek-nenek diperankan oleh perempuan, yang dalam perkembangannya disebut Ambu Ori (difahami Ambu asli), sedangkan Ambu berwajah gadis cantik diperankan oleh laki-laki yang disebut Shemale (dibaca Simél).

Istilah Shemale diambil dari kata She (Ingris) yang artinya dia (perempuan), dan male (Ingris) yang artinya laki-laki; sehinga Shemale diartikan perempuan yang sejatinya laki-laki.

Menurut para pelaku Léngsér-Ambu, antara Ambu Ori dan Ambu Shemale, yang lebih banyak digemari oleh masyarakat adalah sosok Ambu Shemale. Karena sosok Ambu Shemale lebih banyak dipesan, di satu sisi menyebabkan terjadinya over acting atau prilaku-prilaku yang berlebihan, yakni tidak memperhatikan faktor etika.

Hal itu pula yang menyebabkan sebagian kecil masyarakat kurang simpatik.
Maka dari itu sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan oleh Disparbud Kota Bogor terhadap para pelaku seni yang ada di Kota Bogor yang tergabung pada sanggar-sanggar seni serta komunitas Lengser Ambu.

Diharapkan dengan adanya kegiatan Pasanggiri ini bisa menjadi acuan atau pijakan para Pengser Ambu yang ada di Kota Bogor. Tetap harus bisa menjaga Etika dan sekaligus estetika budaya Sunda yang telah diwariskan oleh para leluhur kita dari sejak dahulu.

Kreatifitas dan inovasi harus terus dikembangkan tapi tetap bisa menjaga jati diri budaya bangsa yang adiluhungKata Atep Budiman kadisparbud Kota Bogor.

Atep pun menambahkan dengan adanya kegiatan tersebu diharapkan masyarakat Kota Bogor bisa:menjaga nilai keluhuran dan kearifan Objek Pemajuan Kebudayaan menjaga keanekaragaman Objek Pemajuan Kebudayaan,  menghidupkan dan menjaga ekosistem Kebudayaan untuk setiap Objek Pemajuan Kebudayaan dan mewariskan Objek Pemajuan Kebudayaan kepada generasi berikutnya.

Pemerintah Kota Bogor memberikan ruang inovasi dan kreatifitas bagi para praktisi seni budaya di Kota Bogor. Agar seni budaya di Kota Bogor tetap lestari dan berkembang serta memiliki nilai manfaat bagi semua pihak. (Advetorial)

Tags: Disparbud Kota BogorLengser & AmbuTetap Jaga Etika dan Estetika

Related Posts

DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda
ADVERTORIAL

DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda

20 Agustus 2026
Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jamuan Rakyat Istana Bogor
ADVERTORIAL

Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jamuan Rakyat Istana Bogor

18 Agustus 2026
Bukan Sekadar Kuliah! Ini Misi Polbangtan Kementan untuk Mahasiswa Baru Tahun 2026/2027
ADVERTORIAL

Bukan Sekadar Kuliah! Ini Misi Polbangtan Kementan untuk Mahasiswa Baru Tahun 2026/2027

17 Agustus 2026
Pertanian Indonesia Naik Level! Teknologi Presisi dan Mekanisasi Jadi Senjata Baru Menuju Swasembada
ADVERTORIAL

Pertanian Indonesia Naik Level! Teknologi Presisi dan Mekanisasi Jadi Senjata Baru Menuju Swasembada

16 Agustus 2026
Mentan Amran Beri Modal Kerja untuk Wisudawan Yatim Piatu: “Sudah Lulus, Saatnya Mandiri dan Membahagiakan Orang Tua”
ADVERTORIAL

Mentan Amran Beri Modal Kerja untuk Wisudawan Yatim Piatu: “Sudah Lulus, Saatnya Mandiri dan Membahagiakan Orang Tua”

15 Agustus 2026
Mentan Amran Beri Modal Traktor kepada Wisudawan Yatim Piatu, Lulusan Terbaik Polbangtan Bogor Minta Kandang Ternak
ADVERTORIAL

Mentan Amran Beri Modal Traktor kepada Wisudawan Yatim Piatu, Lulusan Terbaik Polbangtan Bogor Minta Kandang Ternak

15 Agustus 2026
Next Post
Miris! Jasad Mayat Wanita Penuh Luka Ditemukan Pemulung 

Miris! Jasad Mayat Wanita Penuh Luka Ditemukan Pemulung 

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Keren! Olah Sampah Visual Alat Peraga Kampanye Jadi Bahan Konstruksi

Keren! Olah Sampah Visual Alat Peraga Kampanye Jadi Bahan Konstruksi

22 Februari 2024
Baznas Kota Bogor Sosialisasi Gerakan Gemar Berinfak Bagi Siswa ke 230 Kepala SD dan SMP Negeri

Baznas Kota Bogor Sosialisasi Gerakan Gemar Berinfak Bagi Siswa ke 230 Kepala SD dan SMP Negeri

16 November 2022
Gugatan PT.Galvindo Soal Pasar Induk Kemang Kalah di MA dan Keok PTUN

Gugatan PT.Galvindo Soal Pasar Induk Kemang Kalah di MA dan Keok PTUN

3 Desember 2021
Satpol PP Garuk Spanduk “Iklan” Bodong 

Satpol PP Garuk Spanduk “Iklan” Bodong 

10 Agustus 2022

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In