BogorOne.co.id | Kota Bogor – Lengser adalah salah satu tokoh yang biasa kita lihat dan saksikan pada upacara khusus mapag Panganten. Menurut sejarah tokoh lengsert awal mulanya hanya terdapat didalam cerita-cerita pantun.
Tugas lengsert dalam cerita pantun adalah sebagai perantara raja dengan rakyatnya. Menurut Ajip Rosidi (1985) peran lengser dalam cerita pantun adalah tetap, yaitu seorang abdi raja yang usianya sudah tua,sehingga disebut ua lengser.
Sementara Pengertian lengser menurut Jakop Sumarjo (2003), kata lengser berarti turun yaitu dari dunia atas ke dunia manusia. Menurut Kamus Bahasa Sunda Lengser Jelema kepercayaan raja jaman baheula. Dalam Kamus Umum Basa Sunda, Lengser adalah kabayan raja baheula dina carita-carita pantun,tokoh istimewa dina dedegan,dangdanan jeung tingkah laku.
Sedangkan Lengser dalam upacara khusus mapag panganten diartikan seseorang yang dianggap mampu memimpin upacara. Sebutan untuk lengser adalah Batara Lengser, Ki Lengser, Ua Lengser, Mamang Lengser dan Si Lengser.
Pada tahun 1964 Wahyu Wibisana mengukuhkan upacara khusus mapag panganten sebagai suatu bentuk seni yang dikhususkan untuk upacara penyambutan-pentambutan pengantin atau tamu agung.
Pada tahun 1968, Wahyu Wibisana memasukan tokoh lengser ke dalam upacara khusus mapag panganten pria. Dan tradisi tersebut masih hidup dan berkembang sampai saat ini.
Atas dasar hal tersebut , dalam usaha perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan tradisi budaya Sunda, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, beberapa waktu yang lalu tanggal 28 Desember 2022 telah melaksanakan kegiatan Pasanggiri yang berjudul Pasanggiri Karesmen Lengser Ambu.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut selain dari perlindungan/ Disamping memberikan apresiasi kepada masyarakat juga salah satu usaha dalam memberikan edukasi terhadap para pelaku seni khusunya para lengser ambu yang ada di Kota Bogor.
Saat ini prosesi Upacara khusus Mapag Panganten lagi ngetren dengan adanya lengser dan ambu. Hal ini adalah salah satu bentuk inovasi dalam hal pengembangan seni Upacara Khusus mapag Panganten/ calon Panganten yang ada di Tatar Sunda.
Namun dalam pelaksanaannya terkadang kaleuleuwihi (berlebihan). Khususnya dalam peran tokoh Ambunya. Peran ambu yang semula diperankan oleh tokoh wanita,sekarang perannya banyak digantikan oleh tokoh laki-laki yang disebut Shemale (dibaca Simél).
Munculnya Ambu dalam prosesi mapag pangantén diawali dengan tanpa kesengajaan. Saat itu sekitar tahun 1995-an, salah seorang mahasiswi Dr. Lili Suparli bernama Elis Riswati ingin kaul di prosesi pernikahan temannya yang kebetulan dikelola oleh beliau.
Karena ia tidak memiliki keterampilan dalam bermain karawitan, saat itu Dr. Lili Suparli sarankan ia untuk menjadi seorang Nanek-nenek sebagai pendamping Léngsér. Ia pun menyanggupinya dan menyemarakan prosesi itu.
Karena peristiwa itu dipandang menarik, setiap kali pertunjukan prosesi mapag panganten yang dikelolanya sering menggunakan sosok nenek-nenek itu, yang saat itu saya sebut Léngsér Awéwé (Léngsér perempuan).
Kebiasaan yang Dr. Lili sering lakukan itu tanpa disadari diikuti oleh beberapa group kesenian lainnya, dan tanpa diketahui siapa pencentusnya sosok tersebut disebut ambu. Hal yang berbeda dengan apa yang Dr. Lili Suparli lakukan, sosok ambu banyak yang tidak memperhatikan etika.
Atas berbagai kekhawatiran, dia sering diminta untuk memberikan pandangan-pandangan dalam membenahi etika melalui organisasi Komunitas Léngsér Ambu Jawa Barat (KLAJB), yang kebetulan Dr.Lili Suparli dijadikan Penasihat komunitas tersebut.
Termasuk dengan dilaksanakannya kegiatan Pasanggirti Lengser Ambu yang digagas oleh Dinas ariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor. Hal tersebut merupakan bentuk usaha pelestarian dan pengembangan serta memberikan edukasi terhadapa para praktisi seni yang ada di Kota Bogor Kata Lili Suparli Dosen ISBI yang sangat nyentrik.

Akhir-akhir ini, selain terdapat sosok Léngsér, prosesi mapag pangantén disemarakkan pula dengan kehadiran sosok Ambu, yaitu penari prosesi yang menggambarkan sosok perempuan berwajah nenek-nenek atau wanita muda cantik yang berpakaian kebaya sehari-hari perempuan jaman dulu.
Fenomena yang menarik untuk dicermati adalah apabila Ambu berwajah nenek-nenek diperankan oleh perempuan, yang dalam perkembangannya disebut Ambu Ori (difahami Ambu asli), sedangkan Ambu berwajah gadis cantik diperankan oleh laki-laki yang disebut Shemale (dibaca Simél).
Istilah Shemale diambil dari kata She (Ingris) yang artinya dia (perempuan), dan male (Ingris) yang artinya laki-laki; sehinga Shemale diartikan perempuan yang sejatinya laki-laki.
Menurut para pelaku Léngsér-Ambu, antara Ambu Ori dan Ambu Shemale, yang lebih banyak digemari oleh masyarakat adalah sosok Ambu Shemale. Karena sosok Ambu Shemale lebih banyak dipesan, di satu sisi menyebabkan terjadinya over acting atau prilaku-prilaku yang berlebihan, yakni tidak memperhatikan faktor etika.
Hal itu pula yang menyebabkan sebagian kecil masyarakat kurang simpatik.
Maka dari itu sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan oleh Disparbud Kota Bogor terhadap para pelaku seni yang ada di Kota Bogor yang tergabung pada sanggar-sanggar seni serta komunitas Lengser Ambu.
Diharapkan dengan adanya kegiatan Pasanggiri ini bisa menjadi acuan atau pijakan para Pengser Ambu yang ada di Kota Bogor. Tetap harus bisa menjaga Etika dan sekaligus estetika budaya Sunda yang telah diwariskan oleh para leluhur kita dari sejak dahulu.
Kreatifitas dan inovasi harus terus dikembangkan tapi tetap bisa menjaga jati diri budaya bangsa yang adiluhungKata Atep Budiman kadisparbud Kota Bogor.
Atep pun menambahkan dengan adanya kegiatan tersebu diharapkan masyarakat Kota Bogor bisa:menjaga nilai keluhuran dan kearifan Objek Pemajuan Kebudayaan menjaga keanekaragaman Objek Pemajuan Kebudayaan, menghidupkan dan menjaga ekosistem Kebudayaan untuk setiap Objek Pemajuan Kebudayaan dan mewariskan Objek Pemajuan Kebudayaan kepada generasi berikutnya.
Pemerintah Kota Bogor memberikan ruang inovasi dan kreatifitas bagi para praktisi seni budaya di Kota Bogor. Agar seni budaya di Kota Bogor tetap lestari dan berkembang serta memiliki nilai manfaat bagi semua pihak. (Advetorial)
























Discussion about this post