BogorOne.co.id | Kota Bogor – Bantaran Sungai Ciliwung di Perumahan Grande, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mengalami longsor dengan ketinggian mencapai tujuh meter.
Longsor yang telah terjadi tiga kali ini, paling parah terjadi pada Senin, 11 Agustus 2025, dan berpotensi mengancam keselamatan warga sekitar.
Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah, mengatakan longsor tersebut mulai merambat ke akses pemukiman.
“Tinggi longsor dari permukaan air mencapai 5 sampai 7 meter. Kondisi ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Yayan menyebutkan pihak kelurahan sudah mengirim surat pemberitahuan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendapatkan perhatian dan perbaikan secara fisik.
BWS bahkan sempat melakukan peninjauan lokasi longsor pada Februari lalu, namun hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.
“Kami berharap perbaikan segera dilakukan mengingat kondisi cuaca ekstrem yang bisa memicu longsor lanjutan,” kata Yayan.
Sementara menunggu perbaikan, Yayan mengimbau warga agar selalu waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Warga yang memiliki anak kecil diminta untuk mengawasi aktivitas mereka agar tidak bermain di bantaran sungai yang longsor.
“Anak kecil belum paham bahaya, jadi perlu pengawasan ketat. Kami akan berupaya memberikan yang terbaik untuk keselamatan warga,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post