BogorOne.co.id – Musim 2025 menjadi titik balik karier Marc Marquez. Setelah bertahun-tahun berjuang akibat cedera lengan parah di Jerez 2020 dan masa sulit bersama Honda, kini ia kembali ke puncak bersama Ducati Lenovo Team.
Hingga GP Belanda, Marquez sukses mencatat 10 kemenangan balapan utama dan 13 kemenangan sprint hanya dari 14 seri. Catatan impresif ini membuatnya memimpin klasemen dengan selisih 175 poin dari adiknya, Alex Marquez. Jika selisih poin melebar menjadi 185 di GP San Marino, Marquez berpeluang mengunci gelar dunia kesembilan lebih cepat.
Pebalap berusia 32 tahun itu mengaku tak menyangka bisa mendominasi musim ini.
“Sejak awal target saya hanya berada di papan atas. Tapi memimpin sejauh ini, bahkan saya tidak pernah membayangkannya,” ujar Marquez.
Soal peluang mengunci gelar lebih awal, Marquez merendah. “Akan menyenangkan jika bisa di Misano atau Jepang. Tapi yang lebih penting, saya ingin akhir pekan yang baik untuk adik saya, Alex, di Barcelona. Dengan selisih poin yang ada, saya hanya ingin fokus dan menikmati balapan,” katanya.
Menariknya, Sirkuit Catalunya bukan trek favorit Marquez. Dari 11 penampilannya di Montmeló, ia hanya tiga kali naik podium, dengan kemenangan terakhir pada 2019.
“Di sini saya harus ambil sedikit risiko. Mungkin target realistisnya enam besar, tapi tentu saya tetap ingin menang,” tambahnya.
Meski mencoba merendah, banyak pihak menilai Marquez tetap favorit kuat untuk meraih gelar. Jika sukses, ia akan menyamai rekor Valentino Rossi dengan sembilan gelar dunia dan semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu legenda terbesar MotoGP.
Editor : Mittaqien
























Discussion about this post