• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Minggu, Oktober 11, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Menelusuri Jejak Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan

Redaksi by Redaksi
13 Agustus 2026
in NASIONAL
0
Proklamasi Kemerdekaan

Suasana pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Foto : Ist.

50
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Jakarta – Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan pada 17 Agustus 1945 hanya terdiri dari dua alinea. Namun, di balik teks singkat itu tersimpan proses perumusan yang berlangsung dalam situasi politik yang tegang setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada akhir Perang Dunia II.

Kekalahan Jepang membuka peluang bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri. Kelompok pemuda menilai momentum tersebut tidak boleh disia-siakan. Mereka mendesak para pemimpin nasional agar segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa menunggu persetujuan Jepang.

Desakan itu tidak langsung mendapat respons positif dari golongan tua. Soekarno dan Mohammad Hatta memilih bersikap hati-hati karena belum ada pengumuman resmi mengenai posisi Jepang di Indonesia. Perbedaan pandangan tersebut memicu ketegangan antara kedua kelompok.

Situasi memuncak setelah kabar menyerahnya Jepang pada 14 Agustus 1945 diketahui melalui siaran radio BBC. Informasi itu disampaikan Syahrir kepada Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo. Golongan muda semakin gencar mendorong deklarasi kemerdekaan dilakukan secepat mungkin.

BERITA LAINNYA

Saudagar Menuju Perjuangan Kemandirian Ekomoni Umat

Saudagar Menuju Perjuangan Kemandirian Ekomoni Umat

10 Oktober 2026
Nusron Wahid

KPK Periksa Nusron, Bongkar Jejaring Uang di Balik Kasus HGB Summarecon

7 Oktober 2026
10 warga binaan Rutan Depok

10 Napi Rutan Depok Terbukti Pakai Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

7 Oktober 2026
Pejabat Bea Cukai Disebut Minta CSR, Benny Tan Beri Rp30 Juta

Pejabat Bea Cukai Disebut Minta CSR, Benny Tan Beri Rp30 Juta

5 Oktober 2026

Ketika upaya persuasi tidak membuahkan hasil, golongan muda mengambil langkah yang kemudian dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok. Pada 16 Agustus 1945 dini hari, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk dijauhkan dari pengaruh Jepang sekaligus diyakinkan agar segera memproklamasikan kemerdekaan.

Di Jakarta, Achmad Soebardjo berupaya meredakan ketegangan dengan memberikan jaminan kepada golongan muda bahwa kemerdekaan akan segera diproklamasikan. Setelah tercapai kesepahaman, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta pada hari yang sama.

Malam itu, para tokoh bangsa berkumpul di rumah Laksamana Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta. Kediaman perwira Angkatan Laut Jepang tersebut menjadi lokasi penting dalam sejarah Indonesia karena di sanalah rumusan Proklamasi disusun.

Perumusan teks dilakukan oleh Soekarno, Mohammad Hatta, dan Achmad Soebardjo. Ketiganya menyusun kalimat yang akan menjadi pernyataan resmi kemerdekaan Indonesia. Soekarno menuliskan konsep naskah dengan tangan, sementara sejumlah tokoh lain menunggu hasil perumusan.

Setelah rumusan disepakati, naskah tulisan tangan Soekarno diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Dalam proses pengetikan, dilakukan beberapa perubahan redaksional yang telah mendapat persetujuan para perumus.

Pembahasan kemudian berlanjut pada penandatanganan naskah. Sempat muncul usulan agar seluruh peserta rapat ikut menandatangani dokumen tersebut. Namun, atas usul Sukarni, disepakati bahwa naskah cukup ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia.

Keputusan itu menjadi bagian penting dalam sejarah Proklamasi. Nama Soekarno dan Hatta kemudian tercantum di bagian akhir naskah yang menjadi simbol lahirnya negara Indonesia merdeka.

Beberapa jam setelah perumusan selesai, tepat pukul 10.00 WIB pada 17 Agustus 1945, Soekarno didampingi Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Pembacaan Proklamasi menandai berakhirnya perjuangan panjang melawan penjajahan dan menjadi titik awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lokasi pembacaan Proklamasi kini dikenal sebagai Taman Proklamasi dan menjadi salah satu situs bersejarah yang mengingatkan generasi penerus pada momen lahirnya bangsa Indonesia.

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

Saudagar Menuju Perjuangan Kemandirian Ekomoni Umat
NASIONAL

Saudagar Menuju Perjuangan Kemandirian Ekomoni Umat

10 Oktober 2026
Nusron Wahid
NASIONAL

KPK Periksa Nusron, Bongkar Jejaring Uang di Balik Kasus HGB Summarecon

7 Oktober 2026
10 warga binaan Rutan Depok
NASIONAL

10 Napi Rutan Depok Terbukti Pakai Narkoba Dipindah ke Nusakambangan

7 Oktober 2026
Pejabat Bea Cukai Disebut Minta CSR, Benny Tan Beri Rp30 Juta
NASIONAL

Pejabat Bea Cukai Disebut Minta CSR, Benny Tan Beri Rp30 Juta

5 Oktober 2026
Aksi demonstrasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi
NASIONAL

Demo LMND di DPR Ricuh Gara-gara Ban Dibakar

5 Oktober 2026
Pelatih Thailand Puji Fanatisme Suporter Timnas Indonesia
NASIONAL

Pelatih Thailand Puji Fanatisme Suporter Timnas Indonesia

4 Oktober 2026
Next Post
kecelakaan maut

Truk Pengangkut Beko di Puncak Tabrakan dengan Pikap, Dua Tewas

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Rudy Susmanto : Setelah Ratusan Tahun Mahkota Binokasih Kembali ke Kabupaten Bogor

Rudy Susmanto : Setelah Ratusan Tahun Mahkota Binokasih Kembali ke Kabupaten Bogor

21 April 2025
Persib Tunjuk Igor Tolic Gantikan Bojan Hodak

Persib Tunjuk Igor Tolic Gantikan Bojan Hodak

27 Mei 2026
Soroti Ceceran Tanah di Trase Batutulis, Wali Kota Bogor Tegur Keras Kontraktor Soal K3

Soroti Ceceran Tanah di Trase Batutulis, Wali Kota Bogor Tegur Keras Kontraktor Soal K3

13 Juli 2026
Dewan Minta Pemkot Bogor Evaluasi  Keberadaan Sepeda Listrik Yang  Melanggar 

Dewan Minta Pemkot Bogor Evaluasi  Keberadaan Sepeda Listrik Yang  Melanggar 

21 Desember 2022

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In