BogorOne.co.id | Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan memeriksa 40 merek beras yang diduga tidak sesuai ketentuan, baik dari sisi kualitas, volume, maupun harga eceran tertinggi (HET) atau beras oplosan.
“Tanggal 10 kemarin ada pemeriksaan 26 merek, kemudian 10 perusahaan setelah kami terima laporan dari staf Satgas Pangan. Dalam waktu dekat kita periksa lagi 40 merek,” ujar Amran dikutip dari beritasatu.com, Jumat, 18 Juli 2025.
Amran menyebut tidak menutup kemungkinan jumlah merek yang diperiksa akan bertambah. Ia menegaskan, pemeriksaan ini dilakukan bukan semata untuk penindakan, melainkan demi memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga dan kualitas yang baik.
“Tujuan kita bukan penindakan sebenarnya. Kita ingin masyarakat menikmati harga yang baik, kualitasnya baik, pertanian juga sejahtera. Pengusahanya juga untung, tetapi jangan serakah,” tegas Amran.
Sebelumnya, Amran mengungkapkan terdapat 212 produsen beras yang melanggar standar mutu, kualitas, dan volume melalui praktik oplosan. Temuan itu diperoleh melalui kerja sama Kementan dengan Satgas Pangan Polri.
Menurut Amran, seluruh kasus tersebut telah diserahkan kepada Satgas Pangan Polri dan Kejaksaan Agung untuk diproses hukum.
“Tercatat ada 212 merek produsen beras premium yang melakukan praktik oplosan. Saat ini sudah puluhan produsen merek beras yang diperiksa pihak kepolisian. Kami tidak main-main dengan kasus tersebut karena merugikan negara Rp 99 triliun lebih setiap tahunnya,” kata Amran saat bertemu ribuan petani di Kediri, Jawa Timur, Selasa, 15 Juli 2025.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post