BogorOne.co.id | Cirebon – Niat ingin menyembuhkan sang istri dari penyakit misterius, seorang pria asal Kabupaten Cirebon justru menjadi korban penipuan bermodus pengobatan gaib. Harapan yang semula tumbuh demi kesembuhan, kini berganti duka dan kerugian puluhan juta rupiah.
SA, warga Desa Prajawinangun Kulon, Kecamatan Kaliwedi, tak menyangka bahwa keputusasaannya demi istri tercinta akan dimanfaatkan oleh seseorang yang mengaku dukun. Pria berinisial SI, warga Blok Cibogoh, Desa Waru Jaya, Kecamatan Depok, diduga melakukan penipuan dengan mengklaim bisa menyembuhkan penyakit lewat ritual supranatural.
Semua berawal pada 25 Maret 2024, saat SI datang menawarkan jasa pengobatan nonmedis untuk IF (40), istri SA, yang sedang sakit pasca mengalami keguguran yang tak jelas penyebabnya. SI meyakinkan bahwa nyawa sang istri dalam bahaya karena telah “dibeli” oleh makhluk halus.
Tak ingin kehilangan orang tercinta, SA pun menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta yang diminta sebagai “mahar” ritual. Namun permintaan tak berhenti di situ. Beberapa waktu kemudian, SI kembali meminta tambahan Rp 10 juta. Uang itu, katanya, harus “dihadapkan” kepada makhluk gaib sebagai syarat penyembuhan.
Janji tinggal janji. Uang tak kunjung kembali, ritual tak pernah terbukti, dan SI pun menghilang tanpa kabar.
“Korban merasa tertipu dan akhirnya melapor ke Polsek Kaliwedi. Dari hasil penyelidikan, kami amankan kwitansi bukti pembayaran sebesar Rp 110 juta,” ujar Kapolsek Kaliwedi, AKP Sugiono, Sabtu, 26 Juli 2025 dikutip dari beritasatu.com.
Setelah dua kali mangkir dari panggilan, SI akhirnya ditangkap oleh tim gabungan Unit Reskrim Polsek Kaliwedi dan Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon. Ia kini dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di tengah keputusasaan, tak sedikit orang yang memilih jalan pintas, bahkan bersandar pada harapan-harapan gaib. Namun harapan tanpa dasar sering kali berujung pada penyesalan. Bagi SA, bukan hanya kehilangan uang, tapi juga luka kepercayaan yang sulit disembuhkan.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post