BogorOne.co.id | Sampit – Seorang nelayan pencari udang ditemukan tewas diduga diterkam buaya muara di perairan Sungai Rangkang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Senin (24/11/2025) siang.
Muhran (63), warga Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, ditemukan tim SAR gabungan setelah hilang selama tiga hari. Korban menghilang saat mencari udang menggunakan alat perangkap tradisional.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur Multazam mengatakan jenazah korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
“Hanya sekitar 70 persen bagian tubuh yang berhasil dievakuasi, tanpa kepala, kaki, dan tangan,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com, Rabu, 26 November 2025.
Keluarga korban telah mengidentifikasi jenazah tersebut sebagai Muhran setelah proses identifikasi dilakukan.
Tim SAR gabungan menerima laporan hilangnya Muhran pada Sabtu, 22 November 2025 sekitar pukul 04.00 WIB. Tim yang terdiri dari BPBD, Ditpolair, aparat kecamatan, dan warga setempat langsung melakukan pencarian.
Menurut Multazam, saksi mata yang menemani korban sempat mendengar teriakan minta tolong saat Muhran disergap buaya. Namun kondisi gelap gulita membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan.
Insiden ini merupakan kasus serangan buaya kedua di wilayah Pulau Hanaut tahun ini. Sebelumnya, serangan buaya juga terjadi di tepian Sungai Mentaya beberapa bulan lalu.
BPBD Kotawaringin Timur menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di kawasan habitat buaya muara yang dikenal agresif dan berbahaya..
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post