BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kabar pemulihan datang dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.16316 di Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di lokasi itu telah kembali beroperasi normal.
Sebelumnya, SPBU tersebut menghentikan layanan sementara pada Sabtu, 14 Februari 2026. Penutupan dilakukan setelah muncul laporan keluhan konsumen yang menyebutkan adanya dugaan BBM tercampur air hingga menyebabkan sejumlah kendaraan, terutama sepeda motor, mengalami kerusakan.
Pertamina menyatakan penghentian sementara dilakukan sebagai langkah antisipatif. Tim teknis diterjunkan untuk memeriksa seluruh infrastruktur dan sistem operasional SPBU guna memastikan mutu bahan bakar yang disalurkan sesuai standar.
Proses audit dan pemeriksaan, menurut perusahaan, dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pengelola SPBU serta disaksikan aparat setempat, termasuk unsur kepolisian dan pemerintah daerah.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas dan kualitas Pertalite di SPBU tersebut telah memenuhi ketentuan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh serta perbaikan pada komponen yang mengalami kendala, kualitas dan sarana penyaluran Pertalite di SPBU 34.16316 Parung Panjang dipastikan telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Saat ini layanan telah kembali dibuka dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” kata Satria dalam keterangan tertulis.
Selama proses pemeriksaan dan perbaikan berlangsung, situasi di sekitar SPBU dilaporkan tetap kondusif. Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada aparat dan pihak terkait yang membantu percepatan pemulihan operasional.
Sebelumnya, SPBU yang berada di wilayah Cikabon, Parung Panjang, itu dikeluhkan sejumlah konsumen karena diduga menyalurkan BBM yang tercampur air. Keluhan tersebut memicu penghentian layanan sementara untuk memastikan keamanan dan kualitas bahan bakar sebelum kembali dipasarkan kepada masyarakat.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post