BogorOne.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali merombak susunan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dan pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Bogor. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Bogor Nomor: 800.1.3.3/Kep.393-BKPSDM/2026 yang ditetapkan, pada Kamis 20 Agustus 2026.
Dalam keputusan terbaru ini, empat pejabat Eselon II mendapatkan promosi jabatan untuk mengisi posisi strategis, didampingi dengan pelantikan 13 pejabat fungsional. Seluruh penugasan baru ini terhitung mulai tanggal (TMT) 21 Agustus 2026.
Adapun empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang mendapatkan promosi jabatan tersebut adalah:
Anne Dewiana Rulianti, S.Si., M.Sc., QGIA – Diangkat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor.
Tyas Ajeng Fitriani Prihandari, S.P., M.Si. – Diangkat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor.
Ana Ismawati, S.IP., M.Si. – Diangkat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor.
Hj. Henny Nurliani, S.Pi., M.M. – Diangkat sebagai Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor.
Proses Objektif Berbasis Manajemen Talenta
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa pengisian jabatan ini merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk mengisi kekosongan instansi. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penunjukan pejabat dilakukan secara objektif berdasarkan hasil rekomendasi teknis (rekomtek) dan manajemen talenta (management talent).
“Prosesnya cukup panjang. Bagi saya yang terpenting tidak ada intervensi. Saya melihat langsung dari hasil penilaian rekomtek, dan siapapun yang memiliki nilai terbaik serta memenuhi syarat, tentu tidak ada keraguan untuk langsung saya pilih,” ujar Dedie.
Menariknya, seluruh pejabat Eselon II yang mendapat promosi pada kesempatan ini merupakan kalangan perempuan. Dedie menegaskan bahwa hal tersebut murni berdasarkan pencapaian nilai dan kompetensi tanpa membeda-bedakan gender.
“Saat melihat hasilnya, ternyata yang nilainya sangat bagus adalah perempuan. Di zaman sekarang sudah tidak ada dikotomi laki-laki atau perempuan. Selama mereka berprestasi dan memiliki reputasi baik yang sudah teruji di Kota Bogor, tentu kita berikan kesempatan,” tambahnya.
Pesan Kebersahajaan dan Persiapan Pensiun
Selain merespons rotasi saat ini, Pemkot Bogor juga tengah mempersiapkan skema rekomtek lanjutan guna mengantisipasi sejumlah pejabat daerah yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.
Menutup keterangannya, Dedie memberikan pesan mendalam kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar senantiasa menjaga integritas serta menampilkan pola hidup sederhana di tengah masyarakat.
“Pesan saya nomor satu: jaga integritas. Pejabat di Kota Bogor harus menunjukkan kebersahajaan. Jangan pamer kemewahan, itu sudah tidak cocok. Kita bekerja untuk masyarakat, jadi tunjukkan bahwa kita adalah orang-orang yang amanah dan siap bekerja sebaik-baiknya,” tegas Dedie.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post