BogorOne.co.id | Kota Bogor – Melonjaknya angka kasus positif covid-19 bahkan tidak tertampung di RS sehingga banyak yang menjalani isolasi mandiri (isoman) membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD Kota Bogor membuka layanan telekonsultasi.
Berdasarkan data dari Dinkes, sedikitnya terdapat 7 ribu warga yang menjalani isoman. Ketua IDI Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir mengatakan bahwa program itu dibuat lantaran tingginya angka isoman.
Serta kata dr Ilham, juga terbatasnya jumlah tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas untuk melakukan pemantauan kepada warga isoman.
“Saat ini nakes yang ada di puskesmas, bekerja begitu keras. Tapi tidak semua bisa tercover. Sementara banyak warga isoman tak memiliki oximeter (alat pengukur saturasi oksigen), akibatnya banyak mereka yang tak tahu berapa saturasinya,” kata Ilham, Minggu (25/07/21).
Dengan demikian tata dr Ilham, banyak pasien isoman yang datang ke rumah sakit dengan saturasi oksigen jelek, yakni dibawah 85. “Makanya kami membuka layanan telekonsultasi melalui whatsappa call center di nomor 0895346287624,” tegas Ilham.
Ilham yang juga Direktur Utama RSUD Kota Bogor ini juga menyatakan bahwa saat ini di RDUF terdapat 220 pasien dengan gejala sedang dan berat yang tengah ditangani.
Sedangkan di RSUD 2 di GOR Pajajaran (eks RS Lapangan) terdapat 40 pasien yang tengah menjalani perawatan.
Dan kapasitas RSUD sekarang sudah 70 persen untuk pasien Covid-19.
“Kami bisa naikan sampai 90 persen, bila angka positif terus bertambah. Tapi secara bertahap, paling kita sisakan nanti 50 bed untuk pasien esensial seperti jantung, hemodialisa, kanker dan lainnya,” ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, semua nakes yang bertugas di IGD juga telah diinstruksikan untuk fokus menangani pasien Covid-19 dengan saturasi oksigen buruk. Sebab, RSUD saat ini sudah menyediakan 373 bed bagi pasien covid.
“Jadi caranya agar tidak membludak. Kami gerak cepat dengan mengeluarkan pasien yang telah sembuh. Begitupun dengan mereka yang meninggal dunia untuk segera dimakamkan,” tambahnya.
Sehingga lanjut dia, tenpat tidurnya dapat digunakan pasien lain. Dengan turn over yang cepat, tenda darurat tak digunakan, dan hanya sebagai tempat transit menunggu ruangan.
Selain itu, pihaknya bersana Dinkes dan IDI juga telah merekrut relawan vaksinator untuk menggeber vaksinasi massal Covid-19, agar herd immunity dapat segera terbentuk,” tandasnya. (Fry)





























Discussion about this post