BogorOne.co.id | Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mendirikan 1.000 dapur umum untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini menyasar pelajar dan ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2025.
PBNU telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk penyediaan dan pengelolaan dapur umum. Saat ini, PBNU tengah mempersiapkan aspek teknis seperti kelayakan alat masak, bahan makanan, menu, dan pembangunan dapur.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu lokasi yang telah dimulai adalah Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Purwakarta, Jawa Barat.
Hingga akhir Juli 2025, terdapat 47 titik dapur dalam proses persiapan pembangunan. Tujuh di antaranya telah rampung dan disurvei, sementara satu dapur siap beroperasi setelah penunjukan kepala dapur, yang akan diisi oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Sebanyak 10 titik SPPI juga akan segera diresmikan.
“Untuk tahap pertama, sebanyak 218 yayasan berbasis pesantren dan lembaga pendidikan NU telah mendaftar melalui portal BGN,” kata Yahya dikutip dari beritasatu.com, Selasa (29/7/2025).
Yahya menambahkan, proses verifikasi dilakukan secara ketat untuk memastikan dapur yang dibangun benar-benar layak. Sejak penandatanganan MoU pada 5 Februari 2025, PBNU telah membentuk satuan tugas percepatan pelaksanaan program MBG.
“Koordinasi berjalan intensif. Beberapa dapur bahkan sudah mulai beroperasi, termasuk di Bekasi,” ujarnya.
Menurut data PBNU, lebih dari 400 pesantren NU memiliki jumlah santri di atas 1.000 orang. Dari total sekitar 26.000 pesantren dan lebih dari 10.000 sekolah serta madrasah di bawah naungan NU, tercatat ada sekitar 5 juta santri dan siswa.
Selain pemberian makanan bergizi, program ini juga akan memberikan edukasi gizi dan pentingnya pola makan sehat. PBNU menargetkan terciptanya generasi muda yang sehat, cerdas, dan unggul.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post