BogorOne.co.id | Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian berencana mengimpor 1.000 hingga 2.000 ekor sapi bunting dalam waktu dekat. Langkah ini dilakukan guna mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk penyediaan kebutuhan susu dan daging dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan, pengiriman sapi bunting akan dilakukan secara bertahap mulai pekan depan atau paling lambat bulan depan.
“Kalau enggak salah, minggu depan atau bulan depan akan datang 1.000 hingga 2.000 ekor sapi bunting. Secara bertahap kita terus dorong agar investor mendatangkan sapi hidup sebagai bagian dari investasi,” ujar Sudaryono dikutip dari beritasatu.com, Sabtu (14/6/2025)
Ia menjelaskan, impor sapi bunting merupakan bagian dari strategi nasional dalam memenuhi target ketersediaan satu juta ekor sapi pada 2029. Kebijakan ini juga diarahkan untuk menunjang keberhasilan program MBG yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan adanya MBG, maka akan dibutuhkan ketersediaan daging dan susu dalam jumlah besar. Oleh karena itu, impor sapi perah bunting menjadi langkah strategis,” tambahnya.
Menurut Sudaryono, impor difokuskan pada sapi perah yang sedang bunting untuk menjamin optimalisasi produksi susu nasional.
“Sapi perah harus dalam kondisi bunting agar produksi susunya optimal. Inilah alasan kami fokus pada impor sapi bunting,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Fungsi Pasca-panen dan Pengolahan Hasil Peternakan Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Maria Nunik Sumartini, mengungkapkan bahwa populasi sapi perah di Indonesia saat ini baru mencapai 500.000 ekor. Jumlah tersebut hanya mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan susu nasional.
“Populasi sapi perah kita saat ini sekitar 500.000. Namun, tingkat kecukupannya masih sangat rendah. Maka dari itu, kami mengajak para pelaku usaha dan investor untuk bersama-sama meningkatkan populasi. Tahun ini, pemerintah merencanakan impor 200.000 sapi dengan dukungan swasta,” jelas Maria dalam jumpa pers di Kemenko Pangan, Jumat pagi (13/6/2025).
Ia menambahkan, upaya peningkatan populasi sapi perah menjadi bagian dari roadmap nasional menuju kemandirian susu pada 2029, dengan target satu juta ekor sapi dalam empat tahun ke depan.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post