BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan perbaikan sekitar 8 ribu rumah tidak layak huni (rutilahu) pada 2026 dengan mengandalkan kolaborasi pendanaan dari pemerintah pusat, APBD, dan sektor swasta.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan kebutuhan penanganan rutilahu di wilayahnya masih cukup besar, mencapai sekitar 24 ribu unit. Karena itu, penyelesaiannya tidak bisa dituntaskan dalam satu tahun anggaran.
“Rutilahu di Kabupaten Bogor yang terdata kurang lebih 24 ribu rumah yang harus kita benahi, tidak akan tuntas dalam waktu satu tahun,” ujar Rudy, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dukungan terbesar berasal dari pemerintah pusat melalui kementerian perumahan yang diproyeksikan membiayai sekitar 4 ribu unit rumah. Sementara itu, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Bogor mengalokasikan perbaikan untuk 2.750 unit.
Selain itu, kontribusi juga datang dari sektor swasta. Salah satunya, perusahaan Astra yang disebut akan membantu sekitar 1.000 unit rumah. Dukungan serupa juga diharapkan mengalir dari pihak lain.
Dengan skema pembiayaan tersebut, total perbaikan rutilahu pada 2026 ditargetkan mencapai sekitar 8 ribu unit. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 juta untuk setiap unit rumah yang diperbaiki.
Rudy menegaskan, program ini menjadi bagian dari upaya bertahap untuk mengurangi backlog rumah tidak layak huni di Kabupaten Bogor.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post