BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus berupaya meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok masyarakat Lanjut Usia (Lansia) dengan menggadakan Gebyar Vaksinasi Lansia di seluruh puskesmas di Kota Bogor.
Vaksinasi Covid-19 bagi kelompok masyarakat Lansia merupakan hal yang sangat penting mengingat Lansia merupakan kelompok yang paling rentan terpapar Covid-19. Bahkan, hingga saat ini masih relative rendah persentase vaksinasi Lansia.
“Gebyar Vaksinasi Lansia ini dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional yang jatuh tepat tanggal 29 Mei. Gebyar ini akan dilaksanakan mulai tanggal 18-29 Mei serentak secara nasional, bukan hanya di Kota Bogor,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno, Selasa (18/05/21).
Menurut Sri, gebyar vaksinasi Lansia dilaksanakan sebagai upaya percepatan vaksinasi bagi Lansia dan memberikan prioritas sebagai perlindungan terhadap Covid-19.
“Sebenarnya sasaran Lansia masuk tahap 2 bersamaan dengan pelayan publik. Tetapi capaian vaksinasi lansia masih cukup rendah. Di Jabar sendiri masih dikisaran 9 persen. Nah, Kota bogor capaiannya 38% termasuk yang paling tinggi kemarin se-Jabar,” jelasnya.
Sri mengatakan, dalam pelaksanaannya Dinkes Kota Bogor kerjasama dengan aparat wilayah, komunitas dan Linsek untuk penggerakan sasaran.
Mengingat masih rendahnya vaksinasi terhadap Lansia, lanjut Sri, beberapa strategi sudah dilakukan mulai dari vaksinasi di fasilitas kesehatan (faskes) 25 puskesmas dan 21 rumah sakit.
“Bahkan kita juga melakukan jemput bola dengan mendatangi sasaran seperti anjangsana vaksinasi ke panti wreda, ke posbindu, di keurahan, di kecamatan Bogor Utara, di rumah praktek bidan, di mesjid dan sebagainya. Jadi kita mendekatkan akses layanan vaksin ke sasaran Lansia,” tegasnya.
Adapun masih rendahnya vaksinasi terhadap Lansia, tambah Sri, karena beberapa faktor diantaranya ada yang tidak memenuhi syarat vaksin, ada yang menolak, takut vaksin, merasa tidak kemana mana hanya di rumah saja atau tidak mau ke faskes.
“Dengan Gebyar Vaksinasi Lansia ini diharapkan seluruh Lansia mau untuk di vaksin, tidak takut di vaksin karena Lansia merupakan sasaran yang rentan dan bila sudah terinfeksi Covid-19 paling berisiko jatuh ke stadium berat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi adanya Gebyar Vaksinasi Lansia. Menurutnya, fokus target Pemkot Bogor untuk vaksinasi Lansia ini mencapai 95.000 orang dan sudah divaksin hampir 40 persen.
“Dengan Gebyar Vaksinasi Lansia diharapkan ada peningkatan partisipasi Lansia yang ikut di vaksin,” katanya.
Dedie mengaku, memang ada beberapa kendala dalam vaksinasi untuk Lansia, salah satunya kurangnya pemahaman tentang keamanan dan kehalalan vaksin yang masih kurang, keraguan vaksin saat Ramadhan membatalkan puasa, adanya ketakutan terhadap efek vaksin dan kemungkinan Lansia mempunyai komorbid.
“Kita sudah laksanakan jemput bola dan menggelar program bagi warga yang mengantar Lansia dapat menerima vaksin juga. Jadi diharapkan Lansia tidak perlu takut atau meragukan vaksinasi karena ini semua demi kebaikan bersama dan mendukung program pemerintah. Kita juga ingin pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. (Fik)




























Discussion about this post