BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 18.231 kepala keluarga (KK) terdampak kebijakan penutupan tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor.
Kepala DPMD Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi mengatakan, ribuan KK tersebut tersebar di 24 desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin.
“Data warga terdampak penutupan tambang yang sudah masuk dan terverifikasi saat ini tercatat sebanyak 18.231 KK. Ada yang sudah divalidasi dan ada juga yang masih dalam proses,” kata Ade, Rabu (21/1/2026).
Ade menjelaskan, penyaluran uang kompensasi bagi warga terdampak dilakukan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kebijakan pemberian kompensasi tersebut ditetapkan sejak Oktober 2025.
Ia menyebut, Kecamatan Parungpanjang menjadi wilayah pertama yang mengusulkan data penerima kompensasi, dengan hasil validasi awal sebanyak 928 KK.
“Pada saat itu, ketika bantuan kompensasi Rp 3 juta per bulan disalurkan, muncul usulan penerima baru dari wilayah lain,” ujarnya.
Selanjutnya, Pemprov Jawa Barat mencatat tambahan penerima dari Kecamatan Cigudeg dan Rumpin sebanyak 2.010 KK. Setelah itu, kembali masuk usulan penerima baru sekitar 6.216 KK yang hingga kini masih dalam proses pencairan.
“Terakhir, muncul lagi usulan baru dari 24 desa di tiga kecamatan dengan jumlah sekitar 9.077 KK,” kata Ade.
Ia menambahkan, seluruh data usulan tersebut saat ini masih dalam tahap validasi, termasuk kelengkapan dokumen perbankan. Penyaluran dana kompensasi dilakukan langsung melalui rekening Bank BJB kepada penerima yang datanya telah dinyatakan valid.
“Sebagian bantuan sudah masuk tahap penyaluran. Hari ini berlangsung di Desa Batujajar, Kecamatan Cigudeg. Besok dilanjutkan ke Desa Rengasjajar, kemudian bergeser ke wilayah Rumpin,” pungkas Ade.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post