• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Rabu, Oktober 28, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Pengamat kebijakan publik Minta MBG Dihentikan Sementara, Soroti Tata Kelola

Redaksi by Redaksi
28 Oktober 2026
in NASIONAL
0
Pengamat kebijakan publik

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto : Dok. tangselpos.id

35
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Jakarta – Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mendesak pemerintah memoratorium program makan bergizi gratis (MBG) untuk mengevaluasi tata kelola, perencanaan, dan penganggarannya. Menurut dia, program berskala nasional itu seharusnya tidak diperluas sebelum memiliki perencanaan matang, landasan hukum yang kuat, serta mekanisme pengawasan yang jelas.

Agus menilai tujuan MBG untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat pada dasarnya baik. Namun, pelaksanaannya dinilai belum ditopang sistem tata kelola yang memadai. Karena itu, ia meminta pemerintah menghentikan sementara program tersebut sebelum melanjutkannya dengan skema yang lebih terukur.

“Program ini sebenarnya bagus, tetapi tata kelolanya tidak ada sehingga terkesan ngawur. Saya sudah menyuarakan sejak akhir tahun lalu agar ada moratorium. Hentikan dahulu sementara, lalu tata dengan baik karena program ini dijalankan tanpa studi awal dan tanpa payung hukum yang kuat,” kata Agus, Rabu, 28 Oktober 2026.

Pernyataan itu disampaikan Agus saat menanggapi hasil survei Voxpol Center Research and Consulting mengenai persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan MBG. Survei tersebut menunjukkan sebagian responden menginginkan perbaikan tata kelola, sementara sebagian lainnya menghendaki program dihentikan.

BERITA LAINNYA

Gempa bumi

Gempa M 5,4 Guncang Selatan Yogyakarta, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

28 Oktober 2026
BEM Universitas Indonesia

Demo 28 Oktober di Bundaran HI, KSPN Tekankan Aspirasi Tanpa Provokasi

28 Oktober 2026
bayi surili

Bayi Surili Ditemukan di Pohon Hangus saat Kebakaran Gunung Ciremai

27 Oktober 2026
Erick Thohir

Erick Thohir Minta Polisi Usut Kematian Suporter di Luar Stadion

27 Oktober 2026

Menurut Agus, evaluasi MBG tidak cukup dilakukan dengan mengukur tingkat penerimaan masyarakat. Pemerintah perlu memeriksa kembali dasar perencanaan, ketepatan sasaran, penggunaan anggaran, dan keamanan makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

Perencanaan dan anggaran perlu dievaluasi

Agus mengatakan pemerintah perlu menyusun cetak biru yang mengatur keseluruhan pelaksanaan MBG, mulai dari perencanaan hingga pengawasan dan evaluasi. Dokumen tersebut diperlukan untuk memastikan program berjalan berdasarkan kebutuhan penerima manfaat, bukan sekadar mengejar perluasan cakupan.

Ia juga mengkritik skema penganggaran MBG yang berpotensi bersinggungan dengan alokasi pendidikan. Menurut dia, pemerintah perlu memastikan pembiayaan program pemenuhan gizi tidak mengganggu kebutuhan pendanaan sektor lain yang juga menjadi prioritas.

Evaluasi anggaran, kata Agus, harus disertai pemeriksaan terhadap efektivitas penyaluran dan kondisi gizi kelompok sasaran. Dengan begitu, pemerintah dapat menentukan apakah skema yang berjalan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Agus kritik penggunaan isu stunting

Agus turut mempersoalkan penggunaan pencegahan stunting sebagai salah satu alasan pelaksanaan MBG. Menurut dia, intervensi pencegahan stunting perlu memprioritaskan 1.000 hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

“Kalau dikatakan program ini untuk pencegahan stunting, itu salah besar dan bentuk penyesatan informasi. Penanganan stunting hanya efektif dilakukan pada rentang 1.000 hari pertama kehidupan, bukan ketika anak sudah memasuki usia sekolah,” ujar Agus.

Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan dan sasaran MBG agar intervensi pemenuhan gizi sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok penerima. Data mengenai kondisi gizi masyarakat, menurut dia, harus menjadi dasar dalam menentukan penerima dan bentuk bantuan.

Pengawasan keamanan pangan

Persoalan lain yang disoroti Agus adalah keamanan makanan yang dibagikan melalui program MBG. Ia meminta pemerintah menindaklanjuti laporan keracunan makanan dan menjadikan temuan di lapangan sebagai dasar untuk memperbaiki mekanisme pengawasan.

Agus mengatakan evaluasi perlu mencakup pemetaan sekolah berdasarkan kondisi gizi peserta didik serta pemeriksaan terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan. Ia juga mendorong keterlibatan kantin sekolah dan komite orang tua murid untuk memperkuat pengawasan agar makanan yang diberikan tetap higienis dan tepat sasaran.

“Pemerintah harus bertindak berdasarkan data riil, bukan sekadar hasil survei. Evaluasi secara menyeluruh, petakan sekolah yang tergolong kurang gizi, dan optimalkan peran kantin sekolah serta komite orang tua murid agar penyaluran makanan berjalan higienis dan tepat sasaran,” kata dia.

Survei Voxpol: 42,5 persen responden minta perbaikan

Hasil survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan 42,5 persen responden menginginkan perbaikan tata kelola MBG, bukan penghentian program. Adapun 31 persen responden menyatakan program tersebut sebaiknya dihentikan.

Temuan itu memperlihatkan perbedaan pandangan masyarakat mengenai langkah yang perlu diambil pemerintah dalam menangani persoalan pelaksanaan MBG.

Bagi Agus, masukan publik perlu menjadi bagian dari evaluasi, tetapi keputusan pemerintah tetap harus didasarkan pada data empiris. Pemerintah, menurut dia, perlu memastikan program berjalan dengan perencanaan yang jelas, anggaran yang terukur, sasaran yang tepat, serta sistem pengawasan keamanan pangan yang memadai sebelum melanjutkan pelaksanaannya.

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

Gempa bumi
NASIONAL

Gempa M 5,4 Guncang Selatan Yogyakarta, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

28 Oktober 2026
BEM Universitas Indonesia
NASIONAL

Demo 28 Oktober di Bundaran HI, KSPN Tekankan Aspirasi Tanpa Provokasi

28 Oktober 2026
bayi surili
NASIONAL

Bayi Surili Ditemukan di Pohon Hangus saat Kebakaran Gunung Ciremai

27 Oktober 2026
Erick Thohir
NASIONAL

Erick Thohir Minta Polisi Usut Kematian Suporter di Luar Stadion

27 Oktober 2026
Jelang Putusan PTUN Bandung, Yudi T. Soroti Tiga Dugaan Cacat Hukum Sertipikat Hak Pakai Pemkot
NASIONAL

Jelang Putusan PTUN Bandung, Yudi T. Soroti Tiga Dugaan Cacat Hukum Sertipikat Hak Pakai Pemkot

26 Oktober 2026
Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemendukbangga dan Komisi IX DPR RI Genjot Pencegahan Stunting Sejak Dini
NASIONAL

Perkuat Ketahanan Keluarga, Kemendukbangga dan Komisi IX DPR RI Genjot Pencegahan Stunting Sejak Dini

26 Oktober 2026
Next Post
Ricky Nelson

Ricky Nelson Kembali ke Persija, Kini Pimpin Tim Putri

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Wali Kota Bogor

Wali Kota Bogor Ambil Bagian dalam Fun Bike JKPI 2025, Angkat Pesan Pelestarian Budaya

8 Agustus 2025
Ketua DPRD Harap KDKMP Mampu Dongkrak Perekonomian Masyarakat

Ketua DPRD Harap KDKMP Mampu Dongkrak Perekonomian Masyarakat

20 Januari 2026
Purbaya

Menkeu Purbaya Telusuri Usulan Penghapusan Kredit Macet di Bawah Rp 1 Juta untuk Akses FLPP

17 Oktober 2025
Nikmati Udara Sejuk dan Kopi Hangat di Cafe Sanubari, Destinasi Baru Pencinta Kuliner Bogor

Nikmati Udara Sejuk dan Kopi Hangat di Cafe Sanubari, Destinasi Baru Pencinta Kuliner Bogor

8 Oktober 2025

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In