BogorOne.co.id – Rentetan permasalahan pada proyek infrastruktur di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor terus memantik reaksi keras. Pengamat Kebijakan Publik, Dwi Arsywendo, mempertanyakan efektivitas pengawasan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut, terutama pada tahap krusial serah terima pekerjaan.
Dwi menyoroti proses Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara, di mana seharusnya dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil fisik 100 persen sebelum Berita Acara Serah Terima (BAST) ditandatangani.
“Yang menjadi pertanyaan bukan hanya pengawasan saat pengerjaan, tapi bagaimana saat pelaksanaan PHO. Apakah tidak dicek dulu? Sangat janggal jika BAST sudah dibuat, namun muncul masalah teknis mendasar di lapangan,” ujar Dwi, Senin 6 April 2026.
Menurut Dwi, jika BAST telah terbit, artinya Dispora secara administratif dan teknis menganggap pekerjaan telah sempurna. Ia pun mendesak Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, untuk segera mengevaluasi pejabat terkait di internal Dispora.
“Wali Kota harus melakukan evaluasi. Ini paket pekerjaan strategis yang menggunakan uang rakyat, jangan sampai fungsi pemeriksaan Final Hand Over (FHO) juga luput dari koreksi dinas,” tegas pria yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut.
DPRD Bantah Faktor Cuaca di GOM Bogor Utara
Kritik senada datang dari Komisi IV DPRD Kota Bogor saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah fasilitas olahraga, Rabu (1/4). Ketua Komisi IV, Fajar Muhamad Nur, membantah klaim Dispora bahwa kerusakan struktur di Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara murni akibat faktor cuaca (force majeure).
“Setelah cek fisik, ini bukan force majeure, melainkan dugaan kesalahan konstruksi. Kami melihat kualitas material kurang standar, seperti penopang yang tidak memakai galvanis standar. Kami minta Dispora melakukan audit internal dan mencocokkan hasil pekerjaan dengan Detail Engineering Design (DED),” tegas Fajar.
Temuan Kerusakan di Mila Kencana dan GOR Indoor
Selain GOM Bogor Utara, sidak juga menyasar Kolam Renang Mila Kencana dan GOR Indoor A. Anggota Komisi IV menemukan sejumlah cacat teknis yang membahayakan, di antaranya:
-
Mila Kencana: Penggunaan keramik licin di sisi kolam, pemasangan besi pengait lintasan yang salah posisi, hingga material batu yang lepas dan tajam.
-
GOR Indoor A: Kerusakan pada bangku penonton yang baru saja selesai direhabilitasi.
Sekretaris Komisi IV, Subhan, dan anggota lainnya, Mulyani, menekankan bahwa kekurangan ini harus segera diperbaiki sebelum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) berlangsung demi keamanan atlet dan kenyamanan masyarakat umum.
Respon Dispora: Audit Internal dan Perbaikan Bertahap
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Kepala Dispora (Kadispora) Kota Bogor, Anas Rasmana, menyatakan akan menempuh langkah audit, terutama untuk insiden di GOM Bogor Utara.
“Kami akan lakukan audit internal untuk mengetahui penyebab pastinya, apakah murni bencana atau ada ketidaktepatan aspek konstruksi,” ujar Anas.
Terkait keluhan keramik licin di Mila Kencana, Anas menyebut area tersebut mencakup sekitar 20 persen di kolam prestasi. Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya akan memasang karpet anti-slip dan menambah fasilitas penunjang lainnya secara bertahap.
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post