BogorOne.co.id | Bandung – Pergerakan tanah terjadi di Dusun Caricangkas, Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026. Peristiwa ini menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan berat.
Retakan tanah di lokasi mencapai panjang sekitar 15 meter dengan ketinggian tebing sekitar 10 meter. Titik pergerakan tanah berada sekitar 40 meter dari aliran Sungai Cipeles. Hingga Selasa, 3 Februari 2026, tanah di kawasan tersebut dilaporkan masih bergerak.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, mengatakan pergerakan tanah dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sumedang dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, keberadaan mata air di bawah permukaan tanah memperlemah struktur lereng.
“Akibat kejadian tersebut, tiga unit rumah mengalami rusak berat, terutama pada bagian belakang atau dapur,” kata Bambang, dikutip dari beritasatu.com, Selasa, 3 Februari 2026.
Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Uun Kurniasih, Evin, yang dihuni tiga orang dan Enok Ninih. Seluruh penghuni rumah telah mengungsi sementara ke rumah anak mereka untuk menghindari risiko bencana lanjutan.
BPBD Kabupaten Sumedang melalui Pusat Pengendalian Operasi telah menerima laporan warga dan melakukan asesmen serta penanganan darurat di lokasi. Petugas memasang rucuk bambu dan karung untuk memperlambat pergerakan tanah serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang. Warga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah di lingkungan sekitar.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post