BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-7, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Peran Teknologi Pertanian dalam Mewujudkan Swasembada Pangan”.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa 2 Juli 2025 ini digelar secara virtual melalui platform Zoom dan berhasil menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, peneliti, praktisi, penyuluh pertanian, hingga mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Direktur Polbangtan Bogor dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar nasional ini merupakan wujud komitmen kampus dalam mendorong transformasi pertanian Indonesia melalui inovasi dan teknologi.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga regenerasi petani. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi modern menjadi solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan nasional.
“Melalui forum ilmiah ini, Polbangtan Bogor ingin menjadi bagian penting dalam upaya literasi teknologi bagi generasi muda pertanian. Kami percaya bahwa teknologi adalah kunci untuk mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” ujar Direktur Polbangtan Bogor.
Seminar nasional ini menghadirkan tiga keynote speaker yang merupakan pakar ternama di bidang pertanian Indonesia, yaitu: Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc, Guru Besar Universitas Lampung (UNILA) sekaligus pakar ekonomi pertanian.
Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya teknologi digital untuk mendukung kebijakan pangan yang berkelanjutan. Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., APEC Eng, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) yang fokus pada inovasi mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt, MVPH., M.Si, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Tim Pakar Bidang Susu Badan Gizi Nasional (BGN). Ia memaparkan pentingnya inovasi teknologi dalam sektor peternakan sebagai bagian integral dari ketahanan pangan.
Diskusi yang dipandu oleh Ir. Syafaruddin, Ph.D sebagai moderator berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang aktif bertanya dan memberikan masukan.
Kegiatan ini juga menjadi ajang networking bagi peserta dari berbagai daerah untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi. Dengan mengusung semangat “Polbangtan JAWARA”, kampus ini bertekad lahirkan lulusan-lulusan yang siap menjadi motor penggerak pertanian modern di Tanah Air.
“Kami berharap seminar ini mampu menginspirasi semua pihak, khususnya generasi muda, untuk aktif mengadopsi teknologi dalam mendukung swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutur Ismi Puji, selaku Ketua Penyelenggara.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar ini. Dalam pesan tertulisnya, beliau menegaskan pentingnya penguasaan teknologi sebagai kunci utama untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan.
“Pertanian modern hanya bisa diwujudkan dengan sinergi antara inovasi teknologi, mekanisasi, dan peningkatan kualitas SDM. Saya berharap Polbangtan Bogor terus menjadi garda terdepan dalam mendidik generasi muda yang siap menghadapi tantangan global di sektor pertanian,” ujar Mentan Amran.
Beliau juga mengingatkan bahwa tantangan ketahanan pangan di era perubahan iklim dan geopolitik global harus dijawab dengan transformasi sistem produksi melalui teknologi digital, otomatisasi, dan alat mesin pertanian yang lebih canggih.
Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya literasi teknologi di kalangan petani muda.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh alat dan mesin yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan SDM untuk menguasai dan memanfaatkannya secara optimal.
“Generasi muda harus menjadi pelopor pertanian modern. Mereka adalah ujung tombak transformasi teknologi dan inovasi untuk ketahanan pangan nasional. Seminar ini menjadi ruang yang strategis untuk berbagi pengetahuan dan membangun jejaring kolaborasi,” tutur Kabadan Idha Widi Arsanti.
Seminar nasional ini ditutup dengan ajakan untuk memperkuat kolaborasi antar stakeholder dalam membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan berdaya saing di era industri 4.0. (Adv)
























Discussion about this post