BogorOne.co.id | Kota Bogor — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor melalui penyelenggaraan Millenial Agriculture Forum Polbangtan Bogor Vol. 6 Edisi 47, pada Sabtu 29 September 2025.
Forum yang terbuka untuk umum ini mengangkat tema aktual: “Peran Teknologi Pertanian Terapan dalam Memperkuat Kinerja Brigade Pangan untuk Ketahanan Pangan Nasional.”
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan modernisasi pertanian menjadi agenda prioritas pemerintah dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks.
Dijelaskannya, bahwa brigade Pangan harus menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih presisi. Itu hanya bisa diwujudkan dengan dukungan teknologi terapan yang benar-benar dipakai di lapangan.
“Forum seperti MAF Polbangtan Bogor sangat penting karena mempercepat transfer ilmu dan teknologi dari kampus dan industri ke petani dan pasukan Brigade Pangan. Kami mendorong seluruh Polbangtan untuk terus melahirkan SDM pertanian yang inovatif dan siap kerja,” tegas Mentan Amran.
Acara dibuka langsung oleh Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi sebagai ujung tombak penguatan Brigade Pangan.
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, turut memberikan sambutan yang menegaskan komitmen lembaga untuk terus menjadi pusat pengembangan SDM pertanian yang modern, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan nasional.
Forum menghadirkan tiga narasumber lintas sektor yang membahas perkembangan teknologi pertanian dari tiga perspektif: akademik, industri, dan pelaksana Brigade Pangan.
Hadir sebagai pemateri: Dr. Ir. Efri Mardawati, S.TP., M.T. (Universitas Padjadjaran), Wawan Kartika Hadi (CV. Karya Hidup Sentosa – Quick Traktor), Rumli (Manajer Brigade Pangan Sukses Besamo Kabupaten Batanghari).
Kegiatan dipandu oleh Yul Harry Bahar sebagai moderator, dengan MC Cahaya dan Fahri yang memastikan forum berjalan interaktif dan komunikatif.
MAF Polbangtan Bogor Vol. 6 Edisi 47 dirancang untuk menjadi ruang bertemunya akademisi, praktisi, dan para pelaksana Brigade Pangan guna bertukar praktik terbaik pemanfaatan teknologi terapan, sekaligus merespons cepat tuntutan modernisasi sektor pertanian.
Menegaskan kembali perannya sebagai pusat inovasi dan kolaborasi pertanian, sekaligus mempercepat adopsi teknologi terapan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dalam menghadapi dinamika kebutuhan pangan yang terus berkembang. (Adv)





























Discussion about this post