BogorOne.co.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan menteri luar negeri, wakil menteri luar negeri, serta mantan pejabat Kementerian Luar Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan itu membahas perkembangan geopolitik global, termasuk isu Palestina.
Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nassir, Menteri Luar Negeri 1999–2001 Alwi Shihab, Menteri Luar Negeri 2009–2014 Marty Natalegawa, Menteri Luar Negeri 2014–2024 Retno Marsudi, serta Wakil Menteri Luar Negeri 2014 Dino Patti Djalal.
“Presiden hari ini menerima para menteri luar negeri, wakil menteri luar negeri, juga mantan menlu dan wamenlu, serta para think tank untuk berdiskusi terkait situasi geopolitik dan lain sebagainya,” kata Arrmanatha Nassir dikutip dari beritasatu.com.
Dino Patti Djalal mengatakan, berdasarkan undangan tertulis yang diterimanya, pertemuan tersebut membahas arah politik luar negeri Indonesia, termasuk sikap terhadap Palestina. “Dalam suratnya disampaikan mengenai politik luar negeri, arah politik luar negeri, termasuk Palestina,” ujar Dino.
Sementara itu, Alwi Shihab menyebutkan salah satu agenda pembahasan adalah keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza. Menurut dia, Presiden akan menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam lembaga tersebut, sekaligus meminta pandangan para tokoh yang hadir.
“Apakah penting Indonesia ikut atau tidak penting, itu yang akan dibahas. Ada keuntungan kita bergabung, tetapi ada hal-hal yang harus diperhatikan,” kata Alwi.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post