BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pembangunan Jogging Trek Lapangan Sempur yang menelan duit rakyat sebesar Rp2.454.736.834 ternyata diwarnai sejumlah permasalahan sehingga kemungkinan pelaksanaan pegerjaan akan molor.
Sebab berdasarkan tanda tangan kontrak pengerjaan itu mulai 30 Agustus dan berakhir 28 November 2023, namun sampai saat ini masih dilakukan pembangunan di lokasi.
Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Devi Librianti mengatakan, bahwa kontraktor dikenakan sangsi.
Menurut Devie, ada sanksi denda yang diberikan atas keterlambatan itu. “Kita juga memberi waktu tambahan pengerjaan sekitar 15 hari. Untuk denda, kena Rp36 juta lebih,” ujar Devie.
Diketahui setelah ditutup selama lebih dari dua bulan, jogging trek Lapangan Sempur akhirnya akan kembali dibuka dan dapat digunakan oleh masyarakat, Minggu 17 Desember 2023.
Masih kata Devi, saat ini hampir seluruh tahapan revitalisasi Lapangan Sempur telah rampung dan hanya menyisakan sedikit pekerjaan perapihan.
“Sekarang sedang finishing saja, seperti membersihkan sisa cat, membongkar spanduk penutup proyek, dan catatan-catatan lain yang disampaikam Wali Kota saat meninjau Lapangan Sempur kemarin,” tuturnya.
Devi mengungkapkan, pembukaan kembali Lapangan Sempur akan ditandai dengan event perayaan 10 tahun Kota Bogor menjadi Bogor City of Runners.
Pada event ini akan diselenggarakan kegiatan fun run sejauh 5 Kilometer. Event ini diprediksi akan dihadiri oleh 1.000 orang.
Ia menegaskan, sebelum hari Minggu, jogging trek Lapangan Sempur akan tetap ditutup dan tidak bisa digunakan.
Sebagai informasi, revitalisasi Lapangan Sempur telah berjalan sejak 31 Agustus 2023. Revitalisasi ini dilakukan lantaran umur karet lapangan yang sudah lewat dari batas.
Selain itu revitalisasi juga dilakukan katena lintasan jogging di Lapangan Sempur juga sudah mengalami kerusakan pada beberapa sisinya.
Selain penggantian karet, revitalisasi Lapangan Sempur juga akan merombak landasan aspal. Landasan yang sebelumnya berbahan aspal itu selanjutnya akan diganti dengan beton karena dinilai lebih tahan lama dan tahan air.
Perbaikan juga dilakukan pada drainase air yang berada di bawah Lapangan Sempur. Hal itu dilakukan untuk mengatasi masalah air menggenang yang kerap terjadi. (Fry)
























Discussion about this post