BogorOne.id | Caringin — Penutupan Jalan Cisempur–Cinagara akibat proyek rekonstruksi jalan sejak Sabtu, 1 November 2025, berdampak besar bagi warga sekitar. Pasalnya, masyarakat Desa Tangkil dan Desa Cinagara kini harus memutar hingga 10 kilometer melalui Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, untuk bisa beraktivitas seperti biasa.
Selain jarak yang jauh, jalan alternatif yang dilalui warga juga tergolong sempit, sehingga sering terjadi kemacetan, terutama bagi kendaraan roda empat. Kendaraan bahkan harus bergantian saat melintas di beberapa titik.
Hasil pantauan di lokasi, proyek menunjukkan sejumlah rambu lalu lintas dan alat pengaman proyek seperti traffic cone, lampu peringatan, serta tanda bahaya yang seharusnya disediakan pihak kontraktor tidak tampak di lokasi. Padahal, sesuai ketentuan, kontraktor wajib menyediakan perlengkapan tersebut dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat minimal seminggu sebelum proyek dimulai.
“Kami harus memutar lebih jauh, bisa lebih dari 10 kilometer lewat Desa Lemah Duhur dan Pasir Muncang,” kata Yudi, warga Desa Cinagara, Selasa 4 November 2025.
Yudi menambahkan, jalan alternatif yang mereka lalui tidak hanya jauh, tetapi juga banyak berlubang dan sempit. Akibatnya, kemacetan sering terjadi.
“Tadi malam di Cimande, dari jam 4 sore saya terjebak macet berjam-jam, jalan sama sekali tidak bergerak karena jalannya kecil,” ungkapnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien





























Discussion about this post