BogorOne.co.id | Jakarta – Kursi pelatih kepala Timnas Indonesia kembali menjadi perhatian setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. PSSI kini mulai menyaring sejumlah nama yang dinilai layak menangani skuad Garuda.
Dalam konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, Ketua Badan Tim Nasional Sumardji dan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi menyampaikan bahwa ada lima kandidat utama yang tengah memasuki tahap pendalaman. Sejumlah pelatih berpengalaman dari Asia dan Eropa disebut masuk radar federasi.
Dua nama yang belakangan ramai diperbincangkan publik adalah Jesus Casas dan Ange Postecoglou. Keduanya saat ini tidak terikat kontrak dengan klub maupun tim nasional. Namun PSSI juga mempertimbangkan pelatih lain yang memiliki rekam jejak kuat di kawasan Asia. Adapun nama Shin Tae-yong dipastikan tidak kembali masuk daftar pertimbangan.
Berikut lima sosok pelatih yang disebut cocok untuk Timnas Indonesia:
Heimir Hallgrimsson
Pelatih Republik Irlandia ini disebut sedang dipantau PSSI. Kontraknya berlaku hingga Maret 2026, namun posisinya dikabarkan bisa berakhir lebih cepat bila gagal membawa timnya lolos ke Piala Dunia 2026. Hingga matchday kelima Grup F kualifikasi zona Eropa, Irlandia berada di peringkat ketiga. Media Irlandia menyebut Indonesia salah satu pihak yang mengikuti perkembangan Hallgrimsson.
Jesus Casas
Mantan pelatih Irak ini dikenal dengan pendekatan modern berbasis penguasaan bola, pressing tinggi, dan transisi cepat. Ia masih tanpa klub setelah meninggalkan timnas Irak dan terbuka untuk negosiasi. Casas membawa Irak mencapai perempat final Piala Asia 2023, namun belum memiliki pengalaman bekerja di Indonesia.
Timur Kapadze
Pelatih muda Uzbekistan ini sempat menghadapi Timnas U-23 Indonesia di ajang Asia. Dalam beberapa hari terakhir, Kapadze menyatakan kesiapannya menangani skuad Garuda dan dikabarkan akan berkunjung ke Indonesia pekan depan. Rekam jejaknya belum sepanjang kandidat lain, namun menawarkan visi jangka panjang.
Akira Nishino
Nama berpengalaman dari Jepang ini pernah menangani timnas Jepang dan Thailand. Struktur permainan rapi dan disiplin tinggi menjadi ciri khasnya. Meski usianya semakin senior, pengalaman di level Asia membuatnya tetap dianggap sebagai kandidat yang relevan.
Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung itu disebut memahami kultur sepak bola Indonesia berkat pengalaman panjangnya di kompetisi lokal. Namun manajemen Persib menegaskan belum ada komunikasi resmi dengan PSSI terkait peluang Hodak melatih Timnas. Meski begitu, reputasinya dalam mengembangkan pemain lokal membuat namanya tetap diperhitungkan.
PSSI menargetkan proses seleksi pelatih berjalan cepat. Penunjukan pelatih baru disebut menjadi momentum penting untuk menentukan arah perkembangan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post