BogorOne.co.id | JAKARTA – PSSI resmi menetapkan Stadion Pakansari (Cibinong) dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK, Jakarta) sebagai markas Timnas Indonesia dalam mengarungi kompetisi Piala AFF 2026.
Skema penunjukan ini dibagi menjadi dua fase, Stadion Pakansari akan digunakan selama babak penyisihan grup, sementara SUGBK disiapkan jika skuad Garuda berhasil melaju ke babak gugur (knockout).
Turnamen sepak bola bergengsi se-Asia Tenggara tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang babak kualifikasi antara Timor Leste atau Brunei Darussalam.
Sesuai regulasi kompetisi, anak-asuh pelatih Timnas akan melakoni dua laga kandang dan dua laga tandang di fase grup. Dua pertandingan kandang krusial, yakni saat menjamu Kamboja dan rival bebuyutan Vietnam, dipastikan bakal bergulir di Stadion Pakansari.
“Betul, jadi dua pertandingan fase grup yang kami daftarkan ke AFF itu akan dimainkan di Stadion Pakansari,” konfirmasi Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI), Marsal Marsita, di sela-sela acara pengumuman kerja sama PSSI dengan EA Sports di Jakarta, pada Kamis 28 Mei 2026.
Marsal menambahkan, pertimbangan pemilihan stadion berkapasitas sekitar 30 ribu penonton ini didasari oleh estimasi kehadiran suporter pada fase awal turnamen.
“Kami realistis melihat laga-laga di fase grup sepertinya sulit untuk langsung mengharapkan kehadiran hingga 60 ribu penonton. Karena itu, Pakansari memiliki kapasitas yang dinilai paling pas dan ideal untuk atmosfer dua pertandingan awal melawan Vietnam dan Kamboja,” urai Marsal menjelaskan.
Pemilihan Stadion Pakansari sempat memicu pertanyaan mengingat kondisi infrastruktur stadion yang baru-baru ini mengalami kerusakan. Atap tribune stadion sempat roboh akibat hantaman cuaca ekstrem dan angin kencang yang menerpa wilayah Kabupaten Bogor.
Kendati demikian, Marsal memastikan bahwa insiden tersebut tidak akan mengganggu agenda Timnas Indonesia. Proses perbaikan intensif sedang berjalan dan stadion dipastikan siap memenuhi standar kelayakan sebelum kompetisi dimulai.
“Saya rasa semuanya aman, tim dari PSSI sudah turun langsung meninjau ke lokasi. Artinya, proses persiapan dan perbaikan masih memiliki waktu yang cukup longgar,” tegas Marsal.
Terlebih, jadwal Piala AFF baru akan bergulir setelah perhelatan akbar Piala Dunia 2026 selesai.
“Pertandingannya digelar setelah Piala Dunia. Jadi masih ada waktu, tidak ada masalah sama sekali. Kami juga sudah resmi melakukan submit data dan mengonfirmasi ke pihak AFF untuk penggunaan Stadion Pakansari sepanjang fase grup,” pungkasnya.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyambut baik kepercayaan ini dan menyebutnya sebagai sebuah keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Ia menegaskan jajarannya akan segera melakukan langkah-langkah percepatan perbaikan sarana dan prasarana.
Rudy Susmanto menjelaskan bahwa meski Pakansari sudah memiliki basis infrastruktur yang kuat dari periode pemerintahan sebelumnya, penyempurnaan tetap harus dilakukan guna memenuhi standar ketat konfederasi sepak bola.
“Tuhan cukup baik kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, banyak keberkahan yang diberikan. Salah satunya Gelora Pakansari diberikan kepercayaan untuk sebagai venue pertandingan AFF. Tentu kami harus segera membenahi beberapa fasilitas yang kurang baik, kita sempurnakan bersama-sama,” ujar Rudy.
Tak hanya fokus pada lapangan utama untuk pertandingan resmi, Bupati juga menginstruksikan revitalisasi pada area penunjang. Hal ini bertujuan agar fasilitas tersebut tidak hanya dinikmati oleh para atlet profesional, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat umum pasca-turnamen.
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post