Bima mengungkapkan, bahwa anak-anak terlihat happy, meski begitu dia titip protokol kesehatannya tetap diterapkan, UKS, piketnya terus berjalan dan tetap antisipasi kalau ada gejala-gejala langsung dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Bima Arya menambahkan, melihat dari data-data kondisi saat ini betul-betul sudah mengarah ke endemi. Di Sekolah Bosowa Bina Insani, PTM sendiri sudah berjalan sejak awal September dan suasananya memang sudah terlihat normal yang mengindikasikan sudah memasuki kondisi endemi.
“Jadi Sekolah Bosowa Bina Insani sudah resmi 100 persen melaksanakan PTM dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan,” tuturnya.
Diakuinya, masa pandemi Covid-19 selama dua tahun kemarin menimbulkan banyak dampak pada siswa terutama emosional maupun psikologi. “Dengan PTM ini saatnya bagi para siswa untuk recovery atau pemulihan kembali dan memperbaiki relasi sosial dengan teman-temannya,” jelasnya.
Kepala Hubungan Kelembagaan Yayasan Sekolah Bosowa Bina Insani, Dedeh Suryaatmadja menambahkan, pelaksanaan PTM di Sekolah Bosowa Bina Insani tidak lepas dari dukungan para orang tua siswa, kepatuhan para siswa dan kondusifitas sekolah semakin memperkuat pelaksanaan PTM.


























Discussion about this post