BogorOne.co.id | Garut – Ratusan warga mendatangi sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu, 9 Mei 2026. Rumah itu diduga menjadi lokasi perekrutan tenaga kerja untuk program makan bergizi gratis (MBG) dan jasa katering yang bermasalah.
Warga meminta kejelasan setelah sebelumnya dijanjikan pekerjaan, namun hingga kini belum juga ditempatkan bekerja. Sejumlah korban mengaku telah menyetor uang dengan nominal bervariasi kepada pihak perekrut.
Salah seorang warga, Widia, mengatakan calon pekerja awalnya dijanjikan bekerja di katering maupun program MBG. Menurut dia, uang yang diminta disebut untuk kebutuhan administrasi kerja.
“Katanya untuk seragam, BPJS, dan administrasi. Tetapi sampai sekarang tidak ada kepastian kerja,” kata Widia dikutip dari beritasatu.com.
Besaran uang yang diminta disebut berbeda-beda, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 2,5 juta. Bahkan, ada korban yang mengaku menyetor uang belasan juta rupiah.
Widia menuturkan lokasi perekrutan dan penempatan kerja yang dijanjikan juga kerap berubah. Para calon pekerja sempat diarahkan ke sejumlah lokasi seperti Sukadana, Ciaro, Limbangan, hingga Bandrek.
Menurut dia, jadwal mulai bekerja terus mengalami penundaan dengan alasan yang berubah-ubah.
“Setiap hari diundur,” ujarnya.
Sejumlah korban mengaku belum berani melapor ke polisi karena khawatir uang yang telah disetor tidak dapat kembali. Mereka mengaku sempat mendapat ancaman serupa dari pihak perekrut.
Kapolsek Cibiuk Komisaris Polisi Karsiman membenarkan adanya aduan warga terkait dugaan perekrutan tenaga kerja tersebut. Polisi, kata dia, menerima laporan dari pengurus lingkungan setempat mengenai aktivitas perekrutan yang menjanjikan pekerjaan di program MBG dan katering.
“Kalau ingin diproses hukum silakan melapor, nanti akan kami fasilitasi,” kata Karsiman. Menurut dia, saat ini penyelesaian masih dilakukan melalui mediasi antara pihak terkait dan warga.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post