BogorOne.co.id | Kabupaten Aceh – Langit sudah gelap ketika rombongan relawan Pemkot Bogor Pemerintah Kota Bogor memasuki Desa Lintang Bawah, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin 15 Desember 2025 malam. Jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat menjadi pintu masuk ke desa yang luluh lantak diterjang banjir bandang.
Di kanan kiri jalan, puing-puing rumah berserakan. Bangunan yang dulu menjadi tempat berlindung kini rata dengan tanah. Warga yang tersisa bertahan di tenda-tenda pengungsian, berusaha menata ulang hidup di tengah keterbatasan. Trauma masih jelas terlihat, terutama pada perempuan dan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.
Tim Relawan Peduli Bencana Pemkot Bogor dipimpin Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan relawan, mereka disambut warga dengan wajah lelah namun penuh harap. Selama tiga hari ke depan, tim memutuskan bermalam di pengungsian agar bisa mendampingi warga secara langsung.
Tak hanya membawa logistik, tim relawan juga menghadirkan tenaga khusus untuk melakukan trauma healing. Anak-anak diajak bermain dan belajar, sementara para ibu mendapat pendampingan psikososial untuk memulihkan kondisi mental pascabencana.
Masalah kebutuhan dasar menjadi perhatian utama. Akses air bersih dan listrik masih terbatas. Untuk itu, tim relawan mendirikan tenda posko, dapur umum, MCK sementara, serta ruang edukasi bagi warga.
“Akses sumber air dan listrik juga belum tercukupi dengan baik. Kita mendirikan tenda posko, dapur umum, MCK sementara, serta tempat edukasi untuk masyarakat,” ujar Jenal.
Bantuan yang dibawa tidak berhenti di gudang logistik. Donasi dari warga Kota Bogor langsung dibelanjakan untuk kebutuhan mendesak, seperti penampung air, genset, material pembangunan MCK, tenda, sandang, pangan, hingga obat-obatan.
“Ini semua merupakan partisipasi dari warga Kota Bogor tanpa terkecuali,” tutup Jenal.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post