BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Seorang remaja berusia 16 tahun di Kabupaten Bogor mengalami kecelakaan serius setelah terjatuh dari pohon pepaya dan tubuhnya tertancap besi cakar ayam pondasi rumah yang belum selesai dibangun. Korban, MFM, pelajar kelas X warga Kampung Prayoga, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, berhasil diselamatkan setelah menjalani operasi selama hampir lima jam.
Kejadian berlangsung Minggu, 4 Januari 2026 malam. Menurut keterangan keluarga, korban baru pulang mengaji dan kemudian diajak empat temannya membeli seblak di sekitar lokasi. Di samping rumah penjual seblak, terdapat pohon pepaya yang buahnya sudah matang, dan F memutuskan untuk memanjatnya.
“Ponakan saya pulang ngaji, terus disamper teman-temannya. Mereka jajan seblak, lalu melihat pohon pepaya yang sudah matang. Akhirnya ponakan saya yang memanjat,” ujar Burhanudin, paman korban, Kamis, 14 Januari 2026.
Diduga karena permukaan pohon licin akibat hujan sebelumnya, F terpeleset dari ketinggian sekitar tiga meter dan jatuh tepat di atas besi cakar ayam pondasi rumah yang menonjol ke atas. Besi tersebut menembus tubuh korban dan menyebabkan luka serius.
Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban dengan memotong besi menggunakan alat khusus.
“Evakuasi sekitar setengah jam. Kami harus mencari alat pemotong besi terlebih dahulu karena tidak semua warga memilikinya. Alhamdulillah ada tetangga yang pekerja bangunan,” kata Burhanudin.
Setelah evakuasi, korban dibawa ke rumah sakit untuk penanganan awal, kemudian dirujuk ke RSUD RH Satibi Cileungsi karena membutuhkan penanganan khusus.
Direktur RSUD RH Satibi Cileungsi, dr. Kusnadi, mengatakan F menjalani operasi besar pada Selasa, 7 Januari 2026 siang yang melibatkan empat dokter spesialis.
“Operasinya berlangsung hampir lima jam. Alhamdulillah besi berhasil diangkat dan kondisi pasien saat ini stabil serta sudah sadar, meski belum bisa diajak berkomunikasi penuh karena masih dalam masa pemulihan,” ujar dr. Kusnadi.
Ia menambahkan, hanya sebagian kecil usus yang terdampak, sedangkan organ vital lain seperti paru-paru dan hati tidak mengalami kerusakan serius.
F kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD RH Satibi Cileungsi untuk pemulihan pascaoperasi.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post