BogorOne.co.id | Qatar – Serangan rudal balistik yang dilancarkan Iran kembali menimpa fasilitas gas di Kota Industri Ras Laffan, Qatar, Kamis, 19 Maret 2026. Insiden ini menimbulkan kebakaran besar dan kerusakan pada sejumlah instalasi produksi gas alam cair (LNG), salah satu pusat ekspor energi terbesar dunia.
Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan, rudal-rudal Iran menghantam beberapa titik strategis dan menimbulkan dampak signifikan di kawasan industri tersebut. Tim tanggap darurat segera dikerahkan untuk menanggulangi kebakaran dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Dalam pernyataannya, QatarEnergy menegaskan serangan terjadi pada dini hari, menargetkan fasilitas produksi LNG, yang menjadi tulang punggung ekspor energi negara itu. Serangan ini terjadi sehari setelah fasilitas yang sama juga disasar rudal Iran, menandai eskalasi yang terus meningkat di kawasan Teluk.
Ketegangan regional meningkat sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. Iran merespons dengan serangan rudal dan drone ke wilayah-wilayah strategis, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Analis menyoroti potensi dampak terhadap pasokan energi global.
“Ras Laffan adalah salah satu pusat LNG terbesar dunia. Setiap gangguan di sini berpotensi memicu kenaikan harga energi secara internasional,” kata seorang pakar energi regional.
Pemerintah Qatar dan perusahaan energi terus memantau situasi, sambil menegaskan kesiapan menghadapi potensi gangguan produksi lebih lanjut akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post