BogorOne.co.id | Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Selasa, 14 April 2026. Pelemahan ini melanjutkan tren tipis yang terjadi sehari sebelumnya.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup turun 22 poin atau 0,13 persen ke level Rp 17.127 per dolar AS. Pada perdagangan Senin, 13 April 2026, rupiah juga terkoreksi tipis 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 17.105 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia pada hari yang sama terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,21 persen, diikuti won Korea Selatan yang naik 0,32 persen dan peso Filipina yang menguat 0,47 persen. Dolar Taiwan juga mencatat kenaikan 0,54 persen, sementara dolar Singapura naik tipis 0,04 persen.
Di sisi lain, dolar Hong Kong melemah 0,04 persen dan rupee India turun cukup dalam sebesar 0,70 persen. Adapun yuan China naik 0,16 persen, ringgit Malaysia menguat 0,49 persen, serta baht Thailand naik tipis 0,02 persen.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu, 15 April 2026, akan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah. “Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.120 hingga Rp 17.170 per dolar AS,” ujarnya.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post