BogorOne.co.id | Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, di tengah pelemahan indeks dolar dan membaiknya sentimen pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.29 WIB di pasar spot, rupiah terapresiasi 61 poin atau 0,40 persen ke level Rp 16.882 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,34 persen ke posisi 98,83.
Penguatan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya, Senin, 9 Maret 2026, rupiah ditutup melemah 24 poin di level Rp 16.949 per dolar AS.
Analis senior di StoneX, Matt Simpson, mengatakan perbaikan sentimen pasar dipicu meningkatnya harapan bahwa konflik di Timur Tengah akan mereda.
“Sentimen pasar mulai beralih dari fase kepanikan menuju optimisme yang lebih berhati-hati,” kata Simpson.
Menurut dia, pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan konflik berlangsung lebih singkat dari perkiraan sebelumnya.
Optimisme tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan perang dengan Iran berpotensi segera berakhir. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers pada Senin, 9 Maret 2026.
Trump juga memperkirakan harga minyak dunia akan menurun apabila konflik mereda. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, harga minyak sempat melonjak hingga menembus US$ 100 per barel dan memicu gejolak di pasar keuangan global.
Ia juga menyebut pemerintah Amerika Serikat telah mencapai kemajuan signifikan dalam operasi militernya. Pernyataan tersebut muncul sembilan hari setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post