BogorOne.co.id | Kota Bogor – Volume sampah di Kota Bogor meningkat selama libur panjang akhir pekan pada 14-17 Mei 2026. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mencatat kenaikan mencapai 16 persen dibanding hari normal.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor, Deden Adi Suryadi, mengatakan rata-rata produksi sampah harian sebelum libur panjang berada di angka 570 ton per hari. Selama masa liburan, jumlah itu meningkat signifikan.
“Kurang lebih 16 persen kenaikannya. Sebelum liburan atau sampai hari Rabu rata-rata 570 ton per hari,” kata Deden, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut Deden, lonjakan sampah justru bukan berasal dari kawasan wisata. Sejumlah lokasi wisata di Kota Bogor dinilai masih mampu mengendalikan produksi sampah karena memiliki sistem pengelolaan tersendiri.
Ia mencontohkan kawasan Alun-Alun Kota Bogor yang tetap terkendali selama libur panjang lantaran terdapat petugas kebersihan yang disiagakan.
“Tempat wisata ada pengelolaan sendiri dan lebih aman. Termasuk di Alun-Alun Kota Bogor, di sana sudah ada petugas kami yang menjaga kebersihan,” ujarnya.
DLH justru menemukan peningkatan volume sampah di tempat penampungan sementara (TPS) yang berada di sekitar pasar tradisional. Salah satu titik yang menjadi perhatian ialah TPS Empang Ledeng yang menampung sampah pasar sekaligus sampah rumah tangga warga.
Deden mengatakan kondisi tersebut sedang dievaluasi bersama pengelola pasar dan aparat wilayah setempat karena penumpukan sampah kembali terjadi setelah pengangkutan rutin dilakukan pada pagi hari.
“Itu kami lagi evaluasi dengan pengurus pasar dan wilayah setempat. Masalahnya pagi kita layani rutin, siangnya numpuk lagi,” kata dia.
DLH menilai penanganan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah. Menurut Deden, diperlukan dukungan pengelola pasar dan masyarakat dalam menata pola pembuangan sampah ke TPS maupun titik pengangkutan.
“Mesti ada dukungan dan penataan terkait pembuangan sampah ke TPS atau titik angkut sampah oleh pengelola pasar tradisional dan pengurus kebersihan di wilayah,” ucapnya.
Ia memastikan personel lapangan DLH tetap memantau titik-titik rawan penumpukan sampah selama libur panjang. Sampah yang terkumpul selanjutnya diangkut menggunakan truk maupun kendaraan roda tiga menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.
DLH juga meminta warga mulai meningkatkan kesadaran untuk mengurangi dan menangani sampah dari rumah tangga masing-masing.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post