BogorOne.co.id | Jakarta – Pemerintah pusat terus mempercepat persiapan penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang akan dibuka di seluruh Indonesia. Salah satu fokus utama saat ini adalah penyiapan guru dan tenaga kependidikan agar proses pembelajaran dapat segera dimulai.
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah merancang skema rekrutmen dan penempatan guru untuk Sekolah Rakyat. Hal ini dilakukan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
Menteri PANRB Rini Widyantini menjelaskan bahwa pihaknya mendapat dua mandat dalam pelaksanaan program tersebut, yaitu penguatan kelembagaan dan penyediaan tenaga pendidik.
“Untuk kelembagaan, telah disepakati bahwa Sekolah Rakyat akan berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Kami juga telah menyiapkan kebijakan terkait struktur kelembagaan ini,” ujar Rini, Minggu (18/5/2025).
Rini menambahkan, skema penyediaan guru telah disusun bersama Kemendikdasmen dan akan segera dilaporkan kepada Presiden. “Dengan skema-skema ini, diharapkan percepatan pelaksanaan Sekolah Rakyat bisa tercapai,” katanya.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Kemendikdasmen Nunuk Suryani membenarkan bahwa beberapa skema tengah disiapkan, termasuk redistribusi dan seleksi khusus.
“Skema-skema itu masih dalam tahap finalisasi dan akan dilaporkan ke Bapak Presiden terlebih dahulu,” ucap Nunuk. Ia memastikan bahwa guru dan tenaga kependidikan yang ditempatkan di 65 titik Sekolah Rakyat telah memenuhi kriteria, seperti memiliki sertifikat pendidik dan berstatus aparatur sipil negara (ASN).
Nunuk juga menegaskan bahwa penempatan ASN di Sekolah Rakyat tidak akan mengurangi jumlah guru di sekolah yang sudah ada. “Harapannya, tidak mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah asal,” tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Haryomo Dwi Putranto mengatakan bahwa sistem seleksi tenaga pendidik akan mengadopsi mekanisme rekrutmen PPPK yang selama ini digunakan.
“Kami sudah memiliki sekitar 35 titik lokasi seleksi dengan kapasitas 3.500 peserta. Jika jadwal sudah ditetapkan, seleksi bisa diselesaikan dalam waktu maksimal enam hari,” jelas Haryomo.
Selain seleksi guru, pemerintah juga tengah menyaring calon murid untuk Sekolah Rakyat yang akan mengusung konsep boarding school. Saat ini tercatat sudah ada 9.000 anak dalam daftar calon peserta.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan bahwa kebutuhan guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat diperkirakan mencapai 1.600 hingga 2.000 orang untuk 100 titik.
“Dari 53 titik yang sudah disiapkan, dibutuhkan hampir 1.000 guru, di luar kepala sekolah,” ungkap Saifullah. Ia menargetkan proses seleksi guru dan tenaga kependidikan selesai pada Juni 2025.























Discussion about this post