29.7 C
Bogor
Jumat, 1 Juli 2022

Serap Nakes Perawat ke Eropa dan Timur Tengah, STIKES UMMI Gandeng BP2MI 

Must read

Izin Puluhan Gerai Dicabut, Holywings Juga Digugat Rp 100 M

BogorOne.co.id | Jakarta - Kasus promo berbau sara yang dilakukan Holywings terus bergulir, setelah puluhan gerai dicabut izinnya, kini Holywings juga menghadapi masalah baru...

Wujudkan Jabar Zero Stunting, IDI Kota Bogor Kick Off Pencegahan Stunting

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara perdana melakukan kick off pencegahan dan penurunan stunting dalam mewujudkan pencapaian target Jabar zero...

Paguyuban Dangiang Sapta Djati Siliwangi Bangkitkan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Paguyuban Dangiang Sapta Djati Siliwangi Kelurahan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat terus memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)...

Ridwan Kamil Intruksikan Bima Arya Tindak Tegas Elvis Cafe “Eks Holywings”

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Promosi minuman beralkohol (minol) gratis bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria berujung pada pencabutan izin terhadap 12 outlet Holywings...

BogorOne.co.id | Kota Bogor – Terobosan Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) UMMI Bogor dalam menyalurkan tenaga lulusan keperawatan tidak hanya slogan semata.

Yayasan Pendidikan Ummi Cendekia yang membawahi STIKES UMMI menjajaki perampungan kerjasama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dalam penyaluran tenaga kesehatan ke luar negeri, mulai dari kawasan Asia, Afrika, Amerika, Pasifik, Eropa hingga Timur Tengah.

Ketua Yayasan Pendidikan Ummi Cendekia, dr. Andi Tatat, MKM mengatakan, dengan pertemuan lanjutan dengan BP2MI diharapkan STIKES UMMI mengetahui persyaratan dan aturan main yang diminta oleh negara tujuan.

“Seperti kita ketahui, negara-negara di Asia, Eropa dan Timur Tengah memiliki persyaratan-persayaratan yang berbeda dalam menerima nakes perawat kita. Dengan pemaparan dari BP2MI Alhamdulillah kita bisa lebih dini dalam mempersiapkan lulusan kita sesuai dengan persyaratan negara tujuan,” ujar dr. Andi Tatat, di RS UMMI Bogor, Sabtu (04/06/22)

Dikatakannya, kebutuhan dunia atas Tenaga Kesehatan Perawat sendiri diketahui mengalami defisit. Dimana kawasan Asia Tenggara sendiri menurut data yang dikeluarkan oleh WHO mencapai 1,9 juta lebih perawat dan bidan.

Dia melanjutkan, bahwa Yayasan melihat kebutuhan itu sebagai peluang yang menjanjikan untuk para lulusan nakes pihaknya dalam mengembangkan karir mereka di masa depan.

“Kami tidak hanya menyediakan pendidikannya, namun juga sekaligus menyiapkan penyerapannya. Pilihan nantinya ada pada mereka, bila memilih berkarir di dalam negeri kami juga telah menjalin kerjasama dan mempunyai jejaring rumah sakit dan klinik yang siap menyerap para lulusan,” terang Direktur Utama RS UMMI Bogor.

Sementara itu, Subkoordinator Penempatan Pemerintah Kawasan Eropa & Timur Tengah (Ertim) BP2MI dr. Nova Novianti Nasution menjawab, untuk sepanjang periode 2020 – 2025 saja setidaknya ada ratusan ribu permintaan tenaga perawat asal Indonesia.

“Kami mencatat potensi permintaan tenaga kerja perawat sepanjang periode tahun 2020- 2025 luar negeri ada 183.181 orang. Permintaan terbesar dari Negara Jepang sebanyak 60.000, Taiwan 10.000, Timur Tengah 7.000 permintaan, belum lagi Australia 1.000 orang, serta Amerika 64.681 permintaan. Itu belum termasuk negara lainnya,” ungkap dr. Nova.

Lebih lanjut dikatakannya, BP2MI telah menjembatani penyaluran tenaga kerja kesehatan dengan negara tujuan dengan beberapa skema seperti Private to Private (P to P), Government to Private s(G to P), dan Government to Government (G to G).

“BP2MI selalu berkoordinasi intra Kementrian dengan Kemkes, Kemnaker, dan Kemlu seputar kebijakan yang dikeluarkan. Dengan begitu BP2MI tak hanya menyalurkan nakes namun lebih ke perlindungan para pekerja migran nantinya,” tegas Subkoordinator Penempatan Pemerintah Kawasan Ertim BP2MI.

Dengan adanya peluang permintaan yang besar tenaga perawat dari negara-negara luar, dirinya berharap Yayasan Pendidikan Ummi Cendekia dapat menangkap peluang ini dan mempersiapkan lulusan terbaiknya.

Diakui dia, bahwa pihaknya telah memiliki kerjasama G to G dengan Pemerintah Jepang. Berdasarkan pengalaman yang ada, para nakes langsung dikontrak selama 3 Tahun dengan gaji berkisar antara 100 ribu – 200 ribu Yen (setara 11 juta – 22 juta rupiah) diluar uang lembur, tunjangan, bonus dan aneka fasilitas menjanjikan.

“Selain itu, kami juga memiliki Program Triple Win G to G dengan Pemerintah Jerman. Dengan posisi Asisten Perawat saja nakes kita sudah bisa mendapat penghasilan di kisaran 26 juta rupiah, sedangkan posisi Nurse mendapatkan gaji 31 juta rupiah sudah dipotong pajak,” papar dr. Nova.

Diakhir, dirinya mengungkap saat ini BP2MI tengah menggodok perjanjian kerjasama G to G antara RI dengan Kuwait, Arab Saudi, Belanda, UEA, dan Qatar.

Salah satu penjajakan yang pihaknya sedang godok yakni dengan Negara Belanda. Di draft kerjasama para nakes perawat bisa mendapat penghasilan antara 2.000 – 3.500 euro perbulan (31 – 54 juta rupiah).

“Itu diluar tunjangan lembur, hari libur yang dibayar, liburan yang dibayar (8 % dari gaji tahunan), tunjangan transportasi, dana pensiun, dan kesempatan karir ke jenjang lebih tinggi,” tukas dr. Nova sambil mengatakan banyak sekali keuntungan bekerja di sektor Keperawatan. (*)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Izin Puluhan Gerai Dicabut, Holywings Juga Digugat Rp 100 M

BogorOne.co.id | Jakarta - Kasus promo berbau sara yang dilakukan Holywings terus bergulir, setelah puluhan gerai dicabut izinnya, kini Holywings juga menghadapi masalah baru...

Wujudkan Jabar Zero Stunting, IDI Kota Bogor Kick Off Pencegahan Stunting

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) secara perdana melakukan kick off pencegahan dan penurunan stunting dalam mewujudkan pencapaian target Jabar zero...

Paguyuban Dangiang Sapta Djati Siliwangi Bangkitkan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Paguyuban Dangiang Sapta Djati Siliwangi Kelurahan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat terus memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)...

Ridwan Kamil Intruksikan Bima Arya Tindak Tegas Elvis Cafe “Eks Holywings”

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Promosi minuman beralkohol (minol) gratis bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria berujung pada pencabutan izin terhadap 12 outlet Holywings...

Perbaikan Unit Filter IPA Dekeng, Tirta Pakuan Jamin Tidak Ganggu Pasokan Air ke Zona 4

BogorOne.co.id | Kota Bogor - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor melaksanakan perbaikan pada unit filter IPA Dekeng pada 28 Juni – 4 Juli 2022....