BogorOne.co.id — Kota Bogor sebagai salah satu kota penyangga ibu kota terus menghadapi tantangan sosial yang kompleks. Di tengah pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi yang pesat, persoalan sampah kota, tawuran remaja, serta kesenjangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Dalam konteks ini, peran partai politik dan kalangan akademisi menjadi semakin strategis, termasuk Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan mahasiswa Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBI Kesatuan) Bogor.
Isu Sampah Kota Antara Kebijakan dan Kesadaran Publik
Dalam diskusi sore pada tgl 9 Januari 2026 partai perindo yang di hadiri wasekjen DPP partai perindo Firdaus.Roy dan ketua DPD perindo kota Bogor Irfan, permasalahan sampah di Kota Bogor bukan hanya soal teknis pengelolaan, tetapi juga menyangkut pola konsumsi dan kesadaran masyarakat.
Terutama tanggungjawab moral kita sebagai anak anak bangsa.
Partai Perindo, yang dikenal memiliki perhatian pada isu ekonomi kerakyatan dan lingkungan hidup, mendorong pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Program edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, bank sampah, serta ekonomi sirkular menjadi bagian dari gagasan yang relevan untuk diterapkan di tingkat lokal.
Di sisi lain, mahasiswa IBI Kesatuan Bogor berperan sebagai agen perubahan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, riset, dan kampanye lingkungan. Mahasiswa dapat menjadi jembatan antara kebijakan dan praktik di lapangan, misalnya dengan melakukan pendampingan UMKM berbasis daur ulang atau inovasi bisnis ramah lingkungan yang sekaligus bernilai ekonomis.
Masalah tawuran Remaja Persoalan Sosial dan Keadilan Akses.
Tawuran remaja masih kerap terjadi di beberapa wilayah Kota Bogor dan mencerminkan persoalan yang lebih dalam, seperti minimnya ruang ekspresi positif, lemahnya pendampingan keluarga, serta kesenjangan akses pendidikan dan lapangan kerja.
Partai Perindo dapat mengambil peran strategis dengan mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan pemuda, seperti pembangunan fasilitas olahraga, seni, dan kewirausahaan pemuda di tingkat kelurahan.
Mahasiswa IBI Kesatuan Bogor juga memiliki posisi penting sebagai role model dan mentor bagi generasi muda. Melalui program mentoring, literasi digital, dan edukasi kewirausahaan, mahasiswa dapat membantu remaja menemukan arah yang lebih produktif sekaligus menjauhkan mereka dari kekerasan sosial dan kesenjangan sosial.
Tantangan Pembangunan Perkotaan dibalik citra Bogor sebagai kota pendidikan dan pariwisata, kesenjangan sosial masih terasa nyata. Perbedaan akses ekonomi, pendidikan, dan layanan publik menjadi sumber persoalan laten.
Partai Perindo, dengan basis ideologi ekonomi kerakyatan, memiliki peluang untuk mendorong kebijakan inklusif yang memperkuat UMKM, koperasi, serta ekonomi berbasis komunitas.
Sementara itu, mahasiswa IBI Kesatuan Bogor sebagai insan akademik memiliki kapasitas analitis untuk memetakan masalah kesenjangan sosial secara objektif. Hasil riset dan kajian mahasiswa dapat menjadi rujukan penting bagi pengambil kebijakan, sekaligus memastikan bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pemerataan.
Kolaborasi sebagai Kunci Solusi Kolaborasi antara partai politik dan kalangan mahasiswa menjadi kunci dalam menjawab persoalan sosial perkotaan.
Partai Perindo berperan dalam aspek kebijakan, advokasi, dan penganggaran, sementara mahasiswa IBI Kesatuan Bogor berkontribusi melalui gagasan, inovasi, serta kerja-kerja sosial di akar rumput.
Dengan sinergi yang berkelanjutan, isu sampah kota, tawuran remaja, dan kesenjangan sosial di Kota Bogor tidak hanya dipandang sebagai masalah, tetapi juga sebagai peluang untuk membangun kota yang lebih berkeadilan, berkelanjutan, dan manusiawi.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post