BogorOne.co.id | Tenjolaya – Area kepurbakalaan yang diberi nama Situs Cibalay dikampung Cibalay, Desa Tapos 2, Kecamatan Tenjolaya, yang berada di kaki Gunung Salak diketinggian 750 meter dari permukaan laut (dpl) dengan luas 5 hektar, pertamakali ditemukan oleh Belanda tahun 1914.
Namun sayangnya, perwakilan pemerintah Belanda yang saat itu berkedudukan di Istana Bogor, belum mau meresponnya secara serius.
Barulah ditahun 1986, ketika beberapa warga petani kampung Cibalay menemukan kembali situs tersebut yang menduganya sebagai pemakaman purba, akhirnya melaporkan ke pemerintah setempat, berlanjut ketingkat Kabupaten Bogor, selanjutnya info temuan terdengar ketelinga kantor Kepurbakalaan Serang dibawah naungan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (P & K) pusat untuk melakukan penelitian.
Deni, Juru pelihara (Jupel) Situs Cibalay saat ditemui mengatakan, sebaran bebatuan yang terdapat di Cibalay yang seluruh ornamennya berjenis batu dolmen dan Menhir, diperkirakan mencapai luas lebih dari 5 hektar.
“Untuk luas area situs Cibalay yang baru kami buka sekitar 3 hektar, selebihnya masih tertutup semak belukar”,kata Deni Juru Pelihara Situs Cibalay kepada BogorOne.co.id. Kamis 20 November 2025.
Deni menambahkan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Dinas Kepurbakalaan Serang Banten pada struktur arang disekitar area Situs beberapa waktu lalu.
“Usia Situs Cibalay diperkirakan antara 6000 tahun sampai 5000 tahun sebelum Masehi, yakni berasal dari jaman megalitikum aktif (jaman batu)”,ungkapnya.
Masih kata Deni lagi, karena area Situs Cibalay cakupannya sangat luas, jadi oleh para juru pelihara di Cibalay didukung kantor dinas Kepurbakalaan Serang yang kini menjadi tanggung jawab Balai Arkeologi Jawa Barat, pembagian kawasannya ditetapkan sebanyak 8 titik area.
“Diantaranya Situs Arca Dhomas, Situs Endongkasan, Situs Bale Kambang,
Situs Kebon kopi, Situs Jami paci’ing, Situs batu bergores, Situs pasir Manggis dan Situs Cipangantehan, yang masing masing situs kini sudah punya Juru Peliharanya”, ungkapnya.
Deni membeberkan, baru baru ini pihaknya juga kembali menemukan lokasi situs Baru.
“Yaitu Batu Miniatur Gunung Salak tersembunyi ditengah hutan bambu berjarak 500 meter dari pintu gerbang utama, termasuk temuan lainnya yang belum diberi nama”,pungkasnya.
Situs Cibalay Diduga Bekas Lokasi Kerajaan Caringin Kurung
Berdasarkan sumber tulisan yang diperoleh
BogorOne.co.id mengenai
Kawasan Cibalay adalah bekas lokasi kerajaan purba yang pernah berdiri pada tahun 400 Sebelum Masehi, mau tak mau mengundang rasa keingintahuan untuk melakukan penelusuran kelokasi.
Sedangkan sumber yang menyebut Cibalay bekas lokasi kerajaan Purba, adalah sebuah Literature karya Faridhal Attros Al Kidhy Asy’ari yang menyebut nama Caringin Kurung sebagai nama kerajaannya.
Meskipub sulit untuk dibuktikan kebenarannya, tetapi dari temuan berupa situs Miniatur Gunung Salak yang 100 persen menyerupai sebuah singgasana berukuran besar, hal hasil, keterangan Faridhal Attros Al Kidhy Asy’ari dalam tulisannya itu, sukar untuk di bantah.
Editor : Jef Sukapura






















Discussion about this post