BogorOne.co.id | Kota Bogor – Wali Kota Bogor,Dedie Rachim menempatkan Museum Pajajaran sebagai simpul penting pelestarian dan pengembangan kebudayaan Sunda di tengah arus modernisasi. Museum tersebut dinilainya bukan sekadar ruang penyimpanan artefak sejarah, melainkan representasi keberlanjutan peradaban Sunda yang pernah tumbuh dan berkembang di wilayah Bogor.
Dedie merujuk pada keberadaan Prasasti Batutulis sebagai penanda kuat bahwa kawasan ini sejak masa lalu telah menjadi pusat kebudayaan dan kesenian Sunda yang maju. Prasasti tersebut tidak hanya mencerminkan kemajuan di bidang pertanian, tetapi juga menunjukkan berkembangnya sistem sosial, seni, dan pemikiran masyarakat Sunda pada masanya.
Dalam konteks kekinian, Dedie melihat Museum Pajajaran memiliki fungsi strategis sebagai medium edukasi publik. Di tengah semakin jauhnya generasi muda dari akar budaya lokal, museum diharapkan mampu menjembatani pengetahuan sejarah dengan realitas kehidupan modern. Melalui koleksi dan narasi yang disajikan, museum dapat menjadi ruang pembelajaran yang membangun kesadaran kultural sekaligus kebanggaan identitas.
“Museum Pajajaran harus menjadi tempat generasi muda mengenal budaya dan kesenian Sunda,” ujar Dedie.
Dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap Museum Pajajaran dipandang sebagai peluang untuk memperkuat peran tersebut. Dedie menilai sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diperlukan agar museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai pusat kajian, literasi budaya, dan aktivitas kebudayaan yang hidup.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post