BogorOne.co.id | Jakarta – Indonesia tak hanya memikat lewat panorama alam dan kekayaan budayanya. Dalam beberapa tahun terakhir, stasiun-stasiun kereta api di berbagai daerah pun menjelma menjadi destinasi wisata tersendiri.
Bangunan yang dulunya sekadar menjadi tempat naik turun penumpang, kini tampil dengan wajah baru, bersih, modern, dan berkarakter. Sejumlah stasiun bahkan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara berkat desain arsitekturnya yang unik serta atmosfer lokal yang kental.
Lebih dari sekadar gerbang menuju destinasi wisata, stasiun-stasiun ini mencerminkan perjalanan panjang sejarah transportasi Indonesia yang terus bertransformasi, dari masa kolonial hingga era modern yang ramah wisatawan.
Bukan Sekadar Transit
Bagi turis asing, berkunjung ke stasiun di Indonesia bukan hanya soal berpindah tempat. Banyak di antara mereka yang datang untuk merasakan denyut kehidupan lokal dari balik peron.
Ada stasiun yang menawan dengan arsitektur kolonialnya, ada pula yang menawarkan pemandangan alam di sekitar jalur rel. Tak sedikit pula yang menjadi lokasi favorit untuk berfoto atau sekadar menikmati suasana kota dari sudut pandang yang berbeda.
Lonjakan Wisatawan Asing di Jalur Rel
Menurut data PT Kereta Api Indonesia (KAI), sepanjang Januari hingga September 2025 tercatat 546.989 turis asing menggunakan layanan kereta api jarak jauh (KAJJ). Angka itu meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 517.528 wisatawan mancanegara.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan peningkatan ini menandakan bahwa kereta api Indonesia semakin diminati wisatawan asing sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan ramah lingkungan.
“Bagi banyak wisatawan, naik kereta di Indonesia adalah cara terbaik menikmati perjalanan antarkota sambil melihat langsung keindahan alam dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sepulh Stasiun Favorit Wisatawan Asing
Dari Pulau Jawa hingga Sumatera, sejumlah stasiun kini menjadi magnet baru bagi turis mancanegara. Berikut sepuluh stasiun dengan jumlah wisatawan asing tertinggi sepanjang 2025:
- Stasiun Yogyakarta – 103.620 turis asing
- Stasiun Gambir (Jakarta) – 90.102
- Stasiun Bandung – 55.459
- Stasiun Pasar Senen (Jakarta) – 30.420
- Stasiun Surabaya Gubeng – 24.164
- Stasiun Malang – 21.403
- Stasiun Semarang Tawang – 17.941
- Stasiun Probolinggo – 17.449
- Stasiun Surabaya Pasar Turi – 10.974
- Stasiun Solo Balapan – 10.297
Tiga stasiun teratas menjadi pintu utama menuju destinasi populer seperti Candi Borobudur, Jalan Malioboro, hingga kawasan wisata Lembang di Bandung
Musim Liburan dan Tren Naik Daun
KAI mencatat, lonjakan wisatawan asing tertinggi terjadi pada Juli 2025, dengan total 89.526 turis menggunakan layanan kereta api jarak jauh. Lonjakan itu bertepatan dengan musim liburan internasional serta beragam festival budaya dan konser musik di berbagai kota besar.
Dalam tiga tahun terakhir, tren wisatawan asing yang menggunakan layanan kereta api terus menunjukkan peningkatan signifikan:
- 2022: 300.708 wisatawan
- 2023: 580.995 wisatawan
- 2024: 669.226 wisatawan
Angka-angka ini menjadi bukti bahwa kereta api bukan sekadar moda transportasi, melainkan bagian dari pengalaman berwisata yang autentik dan berkesan di Indonesia
Stasiun sebagai Cermin Peradaban
Kini, stasiun-stasiun kereta di Indonesia hadir bukan hanya sebagai tempat transit, melainkan juga ruang publik yang hidup, tempat di mana sejarah, arsitektur, dan gaya hidup modern berpadu.
Kombinasi antara nilai sejarah, desain yang menarik, pelayanan yang semakin baik, serta akses mudah ke berbagai destinasi wisata menjadikan stasiun sebagai wajah baru pariwisata Indonesia di mata dunia.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post