BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dengan adanya mobil siaga Desa sangat membantu warga untuk beberapa keperluan, seperti membawa orang sakit dan ke fasilitas kesehatan lainnya.
Namun tidak bagi pemerintah Desa Tamansari, sudah 5 tahun mobil siaga tidak dimiliki oleh Desa Tamansari. Semenjak kepemimpinan kepala desa yang baru Sunandar.
Pada awal mulanya sempat ada mobil siaga semenjak kades terdahulu. Entah kemana mobil siaga desa sudah tidak ada. Padahal sangat dibutuhkan sekali warga Tamansari untuk membawa orang yang sakit atau keperluan lainnya,” ujar kepala Desa Tamansari Sunandar.
Lanjut Sunandar, mobil siaga Desa Tamansari sebenarnya sudah ada bersamaan dengan desa lain. “Semenjak saya menjabat kepala desa Tamansari pada 2019 lalu, saya sudah tidak melihat fisik kendaraan siaga desa lagi,” ujarnya.
Mungkin, sambung dia, saat kepala desa lama mobil siaga desa ini pernah ada. “Tapi gak tau kemana sekarang,” cetusnya.
Untuk mendapatkan mobil siaga desa, Sunandar mengaku sulit mendapatkannya karena terkendala regulasi atau pos anggaran.
“Kalau untuk mobil ambulans kan bisa kita beli dari anggaran dana desa, sementara untuk mobil siaga kan itu dari APBD yang dikelurkan secara bersamaan atau program saat itu, jadi sekarang ga bisa beli dan sumber anggarannya pun dari mana,” bebernya.
Untuk memenuhi kebutuhan operasional desa saja, kepala desa harus memanfaatkan kendaraan yang ada dari mulai kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi.
Bahkan, Pemerintah Desa pernah menggunakan angkutan kota untuk mengambil paket bantuan.
“Iyah karena mobil saya saat itu dipakai, makanya orang desa akhirnya menggunakan angkot untuk membawa paket sembako bagi warga Isoman,” terangnya.
Terkait ini, Pemerintah Desa Tamansari sudah mengajukan kebutuhan mobil siaga desa tersebut ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor.
Hanya saja, informasi yang di dapat dari DPMD untuk mendapatkan kendaraan siaga harus menunggu program baru.
Desa Tamansari dengan jumlah penduduk mencapai 14 ribu jiwa saat ini harus menggunakan kendaraan pribadi jika ada kebutuhan yang sifatnya soal kesehatan seperti ke rumah sakit ataupun lainnya. “Karena desa sama sekali tak memiliki mobil operasional,” tuturnya.
Sebelumnya, Pemerintah Desa Tamansari sebenarnya memiliki kendaraan siaga desa pada tahun 2016 lalu. Hanya saja kendaraan itu entah kemana oleh kepala desa Tamansari yang lama. (Yud)

























Discussion about this post