BogorOne.co.id | Kota Bogor – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Bogor mengaku kecewa atas sikap Wali Kota Bogor Bima Arya yang tak menyikapi soal surat pengajuan audiensi para mahasiswa.
BEM se Bogor merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai Kampus di Bogor antaralain Universitas Pakuan (UNPAK), STKIP Muhammadiyyah Bogor, dan Institute Pertanian Bogor (IPB)
Koordinator BEM se-Bogor, M. Aditiya Abdurahman mengatakan, pihaknya
telah mengirimkan surat permohonan audiensi ke Balaikota pada 5 April 2021.
Namun alih-alih mendapat jadwal waktu audiensi dari Wali Kota. Tapi sebaliknya staf Balai Kota malah memberikan jawaban bahwa sangat sulit untuk menentukan waktu audiensi dengan Bima Arya.
Hal itu, membuat para mahasiswa dari berbagai kampus itu kecewa. Padahal kata Aditiya, pelaksanaan audiensi yang akan dilakukan BEM se Bogor dengan Bima Arya tidak akan sampai berjam-jam.
Menurutnya, sikap Bima Arya tersebut sangat menciderai pemikiran dan pergerakan mahasiswa yang terafiliasi dalam BEM se-Bogor. Tidak sesuai dengan janji Wali Kota yang akan selalu berdampingan dengan mahasiswa
“Ini mahasiswa seperti dianaktirikan, bahkan kemungkinan kehadirannya kaki BEM se Bogor tidak dianggap oleh Wali Kota,” katanya.
Keputusan Bima Arya yang mengacuhkan permohonan audiensi tersebut membuat BEM se Bogor geram. Padahal kata Aditiya, persoalan tersebut seharusnya merupakan hal mendasar bahwa mahasiswa menginginkan silaturahmi dalam bentuk audiensi.
“Tujuan audiensi kami, sekaligus untuk menyerahkan naskah-naskah kajian pendidikan dan infrastruktur guna mengembangkan sektor tersebut di Kota Bogor yang sejauh ini dilihat belum ada perkembangan yang cukup signifikan untuk dikatakan sejahtera,” jelasnya.
Dengan sikap Wali Kota yang tidak menganggap karya aktifis kampus, mahasiswa perwakilan dari kampus IBI Kesatuan itu merasa sangat khawatir bahwa hasil tulisan ilmiah tersebut akan dijadikan ‘bungkus gorengan’ oleh Balaikota Bogor.
Terakhir, Koordinator BEM se-Bogor mendesak DPRD Kota Bogor untuk segera mengkaji kembali persoalan-persoalan di Kota Bogor, khususnya sektor Pendidikan dan Infrastruktur yang seharusnya menjadi prioritas.
Tak sampai disitu, Koordinator BEM se-Bogor menghimbau seluruh Presiden Mahasiswa yang terafiliasi dalam BEM se-Bogor untuk bersiap dalam menanggapi hal yang akan datang apabila surat tersebut dibiarkan berlarut-larut. (Fry)





























Discussion about this post