BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Banjir dan tanah longsor melanda Kampung Bina Taruna RT 001 RW 005, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu, 14 Februari 2026 sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu menyebabkan tiga rumah rusak berat dan enam rumah lainnya terdampak lumpur.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 13.00 WIB diduga menjadi pemicu utama. Curah hujan tinggi membuat saluran drainase meluap hingga tanggul jebol. Warga menyebut derasnya aliran air dari saluran yang terhubung ke kawasan Rest Area Gunung Mas memperparah kondisi.
Ketua RT 01 Kampung Bina Taruna, Yandi Suwardi, mengatakan luapan air bukan kali pertama terjadi di wilayahnya.
“Ini sudah yang kesekian kalinya. Saya sudah buat tiga sodetan, tetap saja belum bisa menampung derasnya air,” kata Yandi, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut dia, sekitar pukul 15.30 WIB debit air meningkat cepat. Tak lama kemudian terdengar suara benturan keras.
“Tiba-tiba terdengar suara gebrak, tembok hancur dan air langsung meluap. Tiga rumah rusak berat, satu motor tertimbun reruntuhan,” ujarnya.
Salah satu warga, Aef Saepudin, mengaku sempat memeriksa pintu air di depan rumahnya ketika hujan turun deras.
“Waktu saya buka pintu air, air sudah meluap. Setelah itu terdengar gebrak di depan saya, tembok jebol. Saya langsung lari untuk evakuasi warga,” tutur dia.
Secara keseluruhan, sedikitnya 10 kepala keluarga atau 35 jiwa terdampak. Satu rumah lainnya dalam kondisi terancam.
Sekretaris Desa Tugu Selatan, Yadi Mulyadi, mengatakan pemerintah desa masih melakukan verifikasi jumlah warga terdampak. “Untuk sementara ada sembilan kepala keluarga terdampak dan satu rumah terancam. Tiga rumah rusak berat dan satu kendaraan bermotor tertimbun,” kata dia.
Kebutuhan mendesak warga antara lain terpal, bahan makanan pokok, kasur lipat, matras, dan selimut. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post