BogorOne.co.id | Jakarta – Anak yang berprestasi di sekolah adalah dambaan banyak orang tua karena itulah berbagai cara seperti les dan pembelajaran tambahan dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan anak.
Keterampilan menulis, membaca dan juga berhitung (Calistung) biasanya dianggap sebagai keterampilan yang penting dimiliki anak-anak karena keterampilan tersebut berkaitan dengan mata pelajaran di sekolah.
Melansir Today’s Parent, penelitian telah menemukan bahwa anak yang mampu berprestasi di sekolah adalah anak yang menguasai keterampilan non akademik.
Setiap anak punya kelebihannya masing-masing dan tidak berhasil dalam akademik bukan berarti gagal menjalani kehidupannya.
Bahkan telah terbukti mampu menunjang kecerdasan si anak secara signifikan dan membantunya berhasil dalam kehidupan.
Keterampilan yang pertama adalah kreatif. Orang yang kreatif sudah pasti orang cerdas, namun orang cerdas belum tentu kreatif.
Cobalah memberi waktu bebas untuk anak membuat kerajinan seperti menggambar, mewarnai, bermain tanah liat atau lainnya.
Bebas dalam berkreasi akan melatih anak untuk berpikir kreatif dan imajinatif. Hal ini juga mengajarkan anak untuk percaya diri dengan karya yang mereka buat.
Fleksibilitas adalah keterampilan yang kedua. Melatih fleksibilitas anak dapat dilakukan dengan permainan peran atau berpura-pura karenavakan membuat anak berimajinasi dan mengekspresikan imajinasi mereka.
Permainan berisiko atau menantang seperti bermain di ruang terbuka dapat melatih anak berpikir statis dan akan melatih anak untuk beradaptasi dengan situasi yang tidak bersahabat, melatih memecahkan masalah serta akan menumbuhkan fleksibilitas.
Berikutnya adalah memahami batasan karena memahami batasan artinya juga memahami bahwa tidak semua hal dapat dilakukan sesuai keinginan.
Di sekolah, anak wajib menaati peraturan yang ada. Anak yang tidak memahami batasan akan sulit memahami mengapa mereka tidak bisa melakukan hal yang diinginkan.
Bermain yang menunggu giliran akan melatih anak untuk sabar, memahami kalah dan menang serta taat aturan permainan, maka hal tersebut akan mengajarkan anak untuk disiplin dan tahu batasan bahkan saat bermain.
Membantu anak belajar mengatasi emosi dan melatih mengendalikan diri, menjadi satu keterampilan yang harus diajarkan.
Sebelum belajar mengendalikan diri, ajarkan anak untuk mengenal nama tiap-tiap emosi seperti bahagia, sedih dan marah.
Mereka mungkin belum mengenal setiap emosi yang mereka rasakan, apalagi bagaimana untuk menangani masalah tersebut.
Tugas orangtua untuk mencontohkan hal yang baik, bagaimana cara untuk mengatasi rasa sedih, marah dan juga mengajarkan anak bahwa tidak apa-apa ketika merasakan emosi negatif. (Ir-v)
























Discussion about this post