• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Jumat, Oktober 23, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home BOGOR RAYA

Pakar IPB Ungkap Alasan Ular Kini Makin Sering Masuk Permukiman

Redaksi by Redaksi
6 Juni 2026
in BOGOR RAYA, PENDIDIKAN
0
Pakar IPB University

Ilustrasi.

86
SHARES
86
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pakar IPB University menilai perubahan iklim dan alih fungsi lahan berpotensi meningkatkan frekuensi pertemuan antara ular dan manusia. Perubahan suhu, pola curah hujan, serta berkurangnya habitat alami membuat sejumlah spesies ular semakin sering berpindah ke wilayah yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Mirza Dikari Kusrini, mengatakan perubahan iklim memengaruhi perilaku, persebaran, dan pola pergerakan ular di alam.

Menurut dia, ular merupakan hewan ektotermik yang bergantung pada kondisi lingkungan untuk mengatur suhu tubuh. Kenaikan suhu rata-rata dapat mengubah pola aktivitas harian maupun musiman ular, termasuk waktu berburu, reproduksi, dan pemanfaatan habitat.

Selain itu, perubahan pola hujan, banjir, kekeringan berkepanjangan, serta cuaca ekstrem turut menurunkan kualitas habitat alami. Kondisi tersebut mendorong ular mencari lokasi baru yang masih menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan.

BERITA LAINNYA

Diduga Tak Kantongi PBG dan SLF, GESTUR Demo Balai Kota Bogor Desak Penyegelan Gerai Minimarket

Diduga Tak Kantongi PBG dan SLF, GESTUR Demo Balai Kota Bogor Desak Penyegelan Gerai Minimarket

23 Oktober 2026
Tilep Duit Haram CPNS, Oknum ASN Bogor Selatan Segera Diperiksa

Tilep Duit Haram CPNS, Oknum ASN Bogor Selatan Segera Diperiksa

23 Oktober 2026
Korsleting listrik

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Perumahan Kyoto Bogor

22 Oktober 2026
jam operasional kafe dan angkringan

Jam Buka Kafe di Metland Cileungsi Dipangkas, Meja Pengunjung Ikut Diatur

22 Oktober 2026

“Permukiman manusia menjadi salah satu lokasi yang menarik karena menyediakan sumber pakan seperti tikus, ayam, kolam, saluran drainase, serta area persembunyian yang aman,” kata Mirza.

Ia menjelaskan, ketika populasi mangsa seperti rodensia dan amfibi berpindah akibat perubahan lingkungan, ular cenderung mengikuti pergerakan mangsanya. Fenomena pergeseran habitat itu dinilai sangat mungkin terjadi di Indonesia, terutama pada spesies yang hidup di kawasan pertanian dan pinggiran permukiman.

Beberapa jenis ular yang perlu diwaspadai antara lain kobra, welang, dan weling yang bergantung pada hewan pengerat sebagai sumber makanan. Pergeseran habitat spesies tersebut berpotensi meningkatkan interaksi dengan manusia.

Meski demikian, Mirza menilai alih fungsi lahan dan fragmentasi habitat sering kali menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan perubahan iklim dalam memicu konflik antara manusia dan ular.

Menurut dia, hilangnya habitat alami memaksa ular mencari tempat berlindung, pasangan, dan sumber makanan di kawasan yang lebih dekat dengan permukiman.

Untuk mengurangi risiko konflik maupun kasus gigitan ular, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menutup celah pada bangunan, serta tidak mencoba menangkap atau membunuh ular tanpa keahlian khusus.

Mirza menegaskan upaya mitigasi sebaiknya difokuskan pada pengurangan risiko interaksi berbahaya tanpa menghilangkan peran ular di alam. Ular merupakan predator alami yang berperan mengendalikan populasi tikus dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Ia juga mendorong pemerintah memperkuat sistem penanganan konflik satwa liar, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kasus gigitan ular, serta mendukung penelitian dan pengembangan antivenom dan Venom Detection Kits untuk meningkatkan efektivitas penanganan korban gigitan ular.

Selain itu, perlindungan habitat dan koridor ekologis dinilai penting untuk mengurangi perpindahan satwa liar ke kawasan permukiman.

Reporter         : Yudi Surahman

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

Diduga Tak Kantongi PBG dan SLF, GESTUR Demo Balai Kota Bogor Desak Penyegelan Gerai Minimarket
BOGOR RAYA

Diduga Tak Kantongi PBG dan SLF, GESTUR Demo Balai Kota Bogor Desak Penyegelan Gerai Minimarket

23 Oktober 2026
Tilep Duit Haram CPNS, Oknum ASN Bogor Selatan Segera Diperiksa
BOGOR RAYA

Tilep Duit Haram CPNS, Oknum ASN Bogor Selatan Segera Diperiksa

23 Oktober 2026
Korsleting listrik
BOGOR RAYA

Korsleting Listrik Picu Kebakaran Rumah di Perumahan Kyoto Bogor

22 Oktober 2026
jam operasional kafe dan angkringan
BOGOR RAYA

Jam Buka Kafe di Metland Cileungsi Dipangkas, Meja Pengunjung Ikut Diatur

22 Oktober 2026
SDN 02 Leuwiranji
BOGOR RAYA

Belasan Laptop SDN 02 Leuwiranji Rumpin Dicuri, Pelaksanaan ANBK Terancam Terganggu

22 Oktober 2026
Kapolresta Bogor Kota Tegaskan Tak Boleh Ada Sumbatan Informasi Bagi Jurnalis
BOGOR RAYA

Kapolresta Bogor Kota Tegaskan Tak Boleh Ada Sumbatan Informasi Bagi Jurnalis

22 Oktober 2026
Next Post
pertanian terpadu

Pemkab Bogor Gandeng TNI Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu di Jalan Bomang

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Kejari Kota Bogor Bakar Ribuan Upal dan Narkoba

Kejari Kota Bogor Bakar Ribuan Upal dan Narkoba

7 September 2021
bayi perempuan

Geger! Bayi Perempuan Ditemukan Hidup Terbungkus Sarung di Kebun Puncak Bogor

13 September 2025
Forum pemred

Forum Pemred SMSI Dukung Frans dan alex Mendur Jadi Pahlawan Nasional

3 Agustus 2025
Ikatan Anggar Seluruh Indonesia

IKASI Kabupaten Bogor Bidik Tiga Emas di Porprov Jabar 2026

22 Oktober 2026

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In