• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Selasa, Juli 21, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home BOGOR RAYA

Pakar IPB Ungkap Alasan Ular Kini Makin Sering Masuk Permukiman

Redaksi by Redaksi
6 Juni 2026
in BOGOR RAYA, PENDIDIKAN
0
Pakar IPB University

Ilustrasi.

57
SHARES
57
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pakar IPB University menilai perubahan iklim dan alih fungsi lahan berpotensi meningkatkan frekuensi pertemuan antara ular dan manusia. Perubahan suhu, pola curah hujan, serta berkurangnya habitat alami membuat sejumlah spesies ular semakin sering berpindah ke wilayah yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Mirza Dikari Kusrini, mengatakan perubahan iklim memengaruhi perilaku, persebaran, dan pola pergerakan ular di alam.

Menurut dia, ular merupakan hewan ektotermik yang bergantung pada kondisi lingkungan untuk mengatur suhu tubuh. Kenaikan suhu rata-rata dapat mengubah pola aktivitas harian maupun musiman ular, termasuk waktu berburu, reproduksi, dan pemanfaatan habitat.

Selain itu, perubahan pola hujan, banjir, kekeringan berkepanjangan, serta cuaca ekstrem turut menurunkan kualitas habitat alami. Kondisi tersebut mendorong ular mencari lokasi baru yang masih menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan.

BERITA LAINNYA

Musim Libur Sekolah 2026, Penerimaan Pajak Sektor Pariwisata Puncak Naik 40 Persen

Musim Libur Sekolah 2026, Penerimaan Pajak Sektor Pariwisata Puncak Naik 40 Persen

21 Juli 2026
RSUD Bogor Utara

Penyidik Dalami Keterlibatan Sejumlah Pihak dalam Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara

21 Juli 2026
bus listrik

Kabogorbus Menuju 2027, Pemkab Bogor Kaji Pembiayaan dan Infrastruktur Bus Listrik

21 Juli 2026
LGBTQ

Pemkab Bogor Siapkan Regulasi soal LGBTQ, Perkuat Ketahanan Keluarga

21 Juli 2026

“Permukiman manusia menjadi salah satu lokasi yang menarik karena menyediakan sumber pakan seperti tikus, ayam, kolam, saluran drainase, serta area persembunyian yang aman,” kata Mirza.

Ia menjelaskan, ketika populasi mangsa seperti rodensia dan amfibi berpindah akibat perubahan lingkungan, ular cenderung mengikuti pergerakan mangsanya. Fenomena pergeseran habitat itu dinilai sangat mungkin terjadi di Indonesia, terutama pada spesies yang hidup di kawasan pertanian dan pinggiran permukiman.

Beberapa jenis ular yang perlu diwaspadai antara lain kobra, welang, dan weling yang bergantung pada hewan pengerat sebagai sumber makanan. Pergeseran habitat spesies tersebut berpotensi meningkatkan interaksi dengan manusia.

Meski demikian, Mirza menilai alih fungsi lahan dan fragmentasi habitat sering kali menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan perubahan iklim dalam memicu konflik antara manusia dan ular.

Menurut dia, hilangnya habitat alami memaksa ular mencari tempat berlindung, pasangan, dan sumber makanan di kawasan yang lebih dekat dengan permukiman.

Untuk mengurangi risiko konflik maupun kasus gigitan ular, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, menutup celah pada bangunan, serta tidak mencoba menangkap atau membunuh ular tanpa keahlian khusus.

Mirza menegaskan upaya mitigasi sebaiknya difokuskan pada pengurangan risiko interaksi berbahaya tanpa menghilangkan peran ular di alam. Ular merupakan predator alami yang berperan mengendalikan populasi tikus dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Ia juga mendorong pemerintah memperkuat sistem penanganan konflik satwa liar, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kasus gigitan ular, serta mendukung penelitian dan pengembangan antivenom dan Venom Detection Kits untuk meningkatkan efektivitas penanganan korban gigitan ular.

Selain itu, perlindungan habitat dan koridor ekologis dinilai penting untuk mengurangi perpindahan satwa liar ke kawasan permukiman.

Reporter         : Yudi Surahman

Editor             : R. Muttaqien

Related Posts

Musim Libur Sekolah 2026, Penerimaan Pajak Sektor Pariwisata Puncak Naik 40 Persen
BOGOR RAYA

Musim Libur Sekolah 2026, Penerimaan Pajak Sektor Pariwisata Puncak Naik 40 Persen

21 Juli 2026
RSUD Bogor Utara
BOGOR RAYA

Penyidik Dalami Keterlibatan Sejumlah Pihak dalam Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara

21 Juli 2026
bus listrik
BOGOR RAYA

Kabogorbus Menuju 2027, Pemkab Bogor Kaji Pembiayaan dan Infrastruktur Bus Listrik

21 Juli 2026
LGBTQ
BOGOR RAYA

Pemkab Bogor Siapkan Regulasi soal LGBTQ, Perkuat Ketahanan Keluarga

21 Juli 2026
Libur Sekolah
BOGOR RAYA

Pajak Pariwisata Puncak Naik 40 Persen Saat Libur Sekolah

21 Juli 2026
Siswa SDN Cadas Leueur
BOGOR RAYA

Nasib Siswa SDN Cadas Leueur, Belajar di Terpal karena Gedung Tak Lagi Aman

21 Juli 2026
Next Post
pertanian terpadu

Pemkab Bogor Gandeng TNI Kembangkan Kawasan Pertanian Terpadu di Jalan Bomang

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

BAZNAS Kota Bogor dan Pemkot Bogor Berbagi Kebahagiaan Ramadan untuk 400 Pekerja Layanan Publik

16 Maret 2026

DARI REDAKSI

Astaghfirullah! KMP Royce 1 Kebakaran, Api Diduga dari Bus yang Terbakar

Astaghfirullah! KMP Royce 1 Kebakaran, Api Diduga dari Bus yang Terbakar

7 Mei 2023
Innalillahi! Bencana Longsor di Ciluar Akibatkan Seorang Bayi Tewas

Innalillahi! Bencana Longsor di Ciluar Akibatkan Seorang Bayi Tewas

4 Maret 2025
Komunitas Kejar Mimpi Bogor Gelar Rumah Mimpi 2022

Komunitas Kejar Mimpi Bogor Gelar Rumah Mimpi 2022

13 September 2022
BNN Musnahkan Barang Bukti Ratusan Ribu Gram Ganja

BNN Musnahkan Barang Bukti Ratusan Ribu Gram Ganja

2 April 2024

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In