BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 29-30 Oktober 2026. Kebijakan ini diambil setelah ratusan siswa di ketiga sekolah tersebut terdampak dugaan keracunan MBG.
Penerapan PJJ bertujuan memberikan waktu bagi para siswa untuk beristirahat dan memulihkan kondisi kesehatan sebelum kembali mengikuti pembelajaran tatap muka. Tiga sekolah yang menerapkan kebijakan tersebut adalah SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Dramaga.
Humas SMPN 1 Dramaga, Rahmat Hidayat, mengatakan kebijakan pembelajaran jarak jauh tersebut mengikuti arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui dinas terkait.
“Hari ini sudah mulai diberlakukan, alhamdulillah lancar,” kata Rahmat, Jumat, 30 Oktober 2026.
Selama PJJ berlangsung, siswa mengikuti kegiatan belajar dari rumah dengan pendampingan guru kelas masing-masing. Sekolah tetap memberikan tugas dan materi pembelajaran melalui aplikasi media sosial agar kegiatan belajar tidak sepenuhnya terhenti.
Menurut Rahmat, pihak sekolah juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa yang terdampak dugaan keracunan. Komunikasi dilakukan dengan sejumlah rumah sakit tempat para siswa menjalani perawatan.
Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, kondisi sejumlah siswa mulai membaik. Tiga siswa yang dirawat di RS Medika Dramaga bahkan dijadwalkan diperbolehkan pulang pada Kamis siang.
“Di RS Medika siang ini tiga boleh pulang. Untuk di RS Karya Bhakti masih menunggu informasi,” ujar Rahmat.
Adapun perkembangan kondisi siswa yang dirawat di RS Karya Bhakti masih menunggu informasi dari pihak rumah sakit. Sekolah belum memperoleh laporan terbaru mengenai seluruh siswa yang masih menjalani perawatan.
Penerapan PJJ selama dua hari diharapkan membantu proses pemulihan kesehatan para siswa sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan belajar. Pihak sekolah berharap kondisi para siswa segera pulih sehingga pembelajaran tatap muka dapat kembali berlangsung normal.
Hingga Jumat, sekolah masih berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memperoleh perkembangan terbaru kondisi para siswa terdampak dugaan keracunan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post