BogorOne.co.id | Leuwisadeng – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Barat lakukan rechecking ke TP-PKK Kabupaten Bogor yang berlokasi di Desa Sibanteng Kecamatan Leuwisadeng Kabupaten Bogor, Kamis (02/12/21).
Hal itu menindaklanjuti TP-PKK Kabupaten Bogor yang masuk ke dalam enam besar Kategori PHBS lomba Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Kesehatan Provinsi Jawa Barat Tahun 2021.
Turut hadir Aspemkesra, Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Kepala DP3AP2KB, Kadis Kominfo dan Sekdis Kesehatan Kabupaten Bogor, Camat Leuwisadeng, TP-PKK Kecamatan Leuwisadeng, Kades Sibanteng, dan TP-PKK Desa Sibanteng.
Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor, Hadijana mengungkapkan, rechecking TP-PKK Provinsi Jabar tahun 2021, Kesrak PKK Bangga Kencana Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan peran serta stakeholder pembangunan.
Terutama kata dia, terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program PKK, pengembangan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) serta pemeliharaan kesehatan lingkungan yang dipadukan dengan program Keluarga Berencana (KB).
Selain itu juga kesehatan dengan Kesatuan Gerak PKK tiap tahunnya, karena program ini sejalan dengan peran strategis Tim Penggerak PKK dalam mengembangkan 10 program pokok PKK yang bertujuan meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang.
“Bersama keluarga berencana bukan tentang semata program KB tetapi juga berhubungan dengan upaya meningkatkan kecerdasan dan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih berkualitas dengan gaya hidup yang lebih sehat dan terarah,” terang Hadijana.
Hadijana menerangkan, terbitnya Surat Edaran Bupati Bogor No.476/214-DP3AP2KB tentang Penguatan Keberadaan Kampung KB di kecamatan se-Kabupaten Bogor dengan model pembangunan holistik, integral dan sistematik, merupakan wujud komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap program PKK, Bangga Kencana dan Kesehatan.
Katanya, berdasarkan Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, di Kabupaten Bogor sudah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa/kelurahan sebanyak 4.179 tim dan setiap tim sebanyak tiga orang yang terdiri dari bidan/perawat.
Lalu kader PKK dan kader KB dimana sasaran pendampingan yaitu calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil dan pasca persalinan serta keluarga yang memiliki anak usia dibawah 5 tahun atau balita.
“Percepatan penurunan dan pencegahan stunting dilaksanakan dengan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat dengan memanfaatkan tanaman pangan lokal yang dimanfaatkan di Kampung KB,” ungkap Aspem.
Menurutnya, kegiatan Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana dan Kesehatan bersinergi dengan kegiatan Kampung KB yang melibatkan semua pihak baik Pemkab Bogor, kecamatan dan desa, sektor swasta maupun masyarakat.
Pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan pendekatan dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat perlu terus digalakKan karena mereka yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan menjadi panutan bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga kegiatan lomba ini makin meningkatkan semangat, motivasi dan memperkuat sinergi pemangku kepentingan dan masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya Desa Sibanteng Kecamatan Leuwisadeng untuk mewujudkan kehidupan yang sehat dan berkualitas dengan terwujudnya keluarga sehat menuju Kabupaten Bogor termaju, nyaman dan berkeadaban,” tandas Hadijana.
Sementara, Ketua Tim Recheking Provinsi Jabar, Eti Y. Yulianti mengatakan, sebelum melakukan rechecking seleksi administrasi telah dilakukan dari 27 Kabupaten/Kota diantaranya 18 Kabupaten dan 9 Kota diantara 18 Kabupaten sudah terverifikasi yaitu Kesrak PHBS dan LBS.
“Alhamdulilah Kabupaten Bogor termasuk 6 besar di kategori kesrak dan PHBS, selain lima Kabupaten lainnya yakni Kabupaten Kuningan, Pangandaran, Kabupaten Bandung, Purwakarta dan Bandung Barat, itulah nominasi 6 besar Kesra,” tandas dia. (Yud)























Discussion about this post