BogorOne.co.id | Kota Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat kebakaran rumah ketua RT di Kampung Babakan Baru (BBR), Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Sabtu (29/11/2025), menyebabkan dua penghuni luka bakar serius dan empat orang lainnya. Para korban luka bakar kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan, korban luka terdiri dari Rahmat (40), Ika (40), Sekar (37), dan Syahla (4).
“Korban luka bakar sudah dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Dimas, dikutip dari metropolitan.id.
Sementara anggota keluarga yang selamat lainnya diungsikan ke rumah kerabat terdekat.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, menuturkan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Api dipicu kebocoran tabung gas LPG saat penghuni rumah sedang memasak.
“Menurut keterangan saksi, awal mula terjadi kebakaran dikarenakan kebocoran gas saat memasak,” kata Teofilo.
Petugas Damkar Kota Bogor langsung menurunkan empat unit mobil pemadam ke lokasi untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas. Theo menambahkan, dua korban mengalami luka bakar serius di seluruh tubuh dan kini dirawat di Rumah Sakit PMI Kota Bogor.
Kebakaran menghanguskan seluruh bangunan rumah dua lantai. Hingga saat ini, BPBD dan Damkar Kota Bogor masih melakukan pendataan kerugian materiil serta penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dan mencegah risiko kebakaran serupa.
Warga sekitar menuturkan kebakaran terjadi saat pagi hari, ketika sebagian besar penghuni rumah sedang memulai aktivitas. Beberapa tetangga membantu evakuasi sebelum petugas tiba di lokasi. Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, termasuk memeriksa tabung gas dan peralatan listrik di rumah.
BPBD Kota Bogor memastikan kesiapan menangani keadaan darurat dan mendukung penuh korban beserta keluarga dengan perawatan medis serta bantuan logistik.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post