BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Wacana digitalisasi masjid di Kabupaten Bogor tebus Istana Negara. Gagasan yang diinisiasi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bogor bersama iSalaam dan Bank BJB Syariah itu dipaparkan langsung di hadapan Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari dan jajaran, Senin, 23 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga lembaga mempresentasikan rencana transformasi digital masjid, mulai dari pendataan terpadu seluruh masjid di Kabupaten Bogor hingga digitalisasi administrasi dan keuangan. Program itu mencakup pengelolaan donasi, infak, zakat, serta laporan keuangan berbasis sistem digital yang diklaim transparan dan akuntabel.
Agenda lain yang dibahas adalah integrasi perbankan syariah melalui sinergi dengan Bank BJB Syariah dalam membangun ekosistem keuangan masjid. Selain itu, disiapkan pula platform layanan jamaah serta penguatan ekosistem masjid berbasis pemberdayaan.
Ketua DMI Kabupaten Bogor TB Irwan Kurniawan mengatakan pihaknya mulai melakukan penataan menuju transformasi digital masjid. DMI menggandeng iSalaam untuk mendukung proses pendataan yang hingga kini masih berlangsung.
“Jumlah masjid di Kabupaten Bogor sangat banyak dan masih terus kami data secara menyeluruh. Kami sudah bersinergi dengan tim iSalaam, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat proses ini bisa rampung. Ini kebutuhan mendesak agar seluruh masjid terdata dengan baik,” ujar Irwan.
CEO iSalaam Prof. Munawar Fuad menyatakan komitmen pihaknya untuk bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas dalam memakmurkan masjid melalui transformasi digital.
Ia menyebut Kabupaten Bogor diajukan sebagai model percontohan. Masjid Nurul Wathon diharapkan menjadi proyek percontohan implementasi digitalisasi masjid di daerah tersebut.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post